Diproduksi Sineas Amatir, ‘Assalamulaikum Calon Imam’ Beri Kejutan Ini

by -3,171 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Tanpa tedeng aling-aling, bekas Menko Maritim di kabinet Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganggap remeh film perdana besutan Prized Production dan Vinski Production bertajuk ‘Assalamualaikum Calon Imam’. Bahkan ia menyebut film ini dibuat oleh sineas amatir.

“Kalau lihat posternya, saya anggap ini film standar dan sudah bisa ditebak. Tapi setelah menonton, ternyata ini film drama yang drama yang konteksnya tidak biasa. Juga di konten maupun tokoh-tokoh utama terkait kedokteran. Terus terang saya kesini ada rasa under estimate, apalagi yang bikin adalah sineas-sineas amatir yang baru pertama kali bikin film. Tapi ternyata ini surprise,” ujar Rizal Ramli usai Press Screening ‘Assalamualaikum Calon Imam’ di Jakarta, Rabu (2/5).

Walau kerap menonton film, Rizal yang juga salah satu tokoh masyarakat Makassar ini baru menonton tiga film Indonesia di bioskop. Dua film sebelumnya adalah ‘Cek Toko Sebelah’ dan ‘Dilan 1990’. Film ‘Assalamulaikum Calon Imam’ ini menjadi film ketiganya yang ditonton di bioskop.

“Saya tidak menyangka film Indonesia bisa asyik. Apalagi di film ini ada kearifan lokal dari kota Makassar yang diwakili dengan Pantai Losari. Film ini juga pantas ditonton kaum muda, masyarakat dan publik yang ingin melihat perspektif sineas muda terhadap dinamika kehidupan umat Islam masa kini, Islam zaman now,” ucap Rizal.

Ia juga memuji akting para pemain film yang diproduseri Dwi Ajeng Asmarandhany, Santi Muzhar dan dr Deby Vinsky ini, khususnya pada dua pemeran utamanya, Miller Khan dan Natasha Rizki.

Film yang diangkat dari novel Ima Madina ini menceritakan pria yang dicintai Fisya (Natasha Rizki) memilih kakaknya. Saat ia mencoba move on dan menerima lamaran dr Alif (Miller Khan), ada masalah penting yang membuatnya mendadak menceraikan Alif yang baru saja menikahinya itu.

Sang sutradara, Findo Purwono yang sudah menggarap belasan film drama sebelumnya, menggambarkan secara apik pertemuan romantis dan menyentuh antara Fisya dan Alif. Konflik antara Fisya dan sang ayah (Le Roy Osmani) yang diceritakan menikah lagi dengan istri adik kembarnya juga menjadi sebuah kekuatan penting yang menguras emosi penonton.

Belum lagi tema-tema religi yang menjadi latar belakang film ini dipandang cocok untuk menjadi sebuah pengantar jelang bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi.

“Justru saya melihat ini seperti kapal, jarum kompasnya sudah mulai diarah-arahkan. Jadi menurut saya pas jelang Ramadhan,” ujar dr Deby Vinsky, produser dari Vinski Production di sela-sela Gala Premiere film ini.

Oleh karenanya, ucap Deby, rilis film ini di bioskop pada Rabu (9/5) mendatang diharapkan juga mampu menjadi pengantar penonton jelang bulan Ramadhan. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.