Jelang Peluncuran Album Debut The Casmala, MyMusic Gelar ‘Hearing Sessions’ dengan Pewarta Musik

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – My Music Record kembali menghidupkan suasana yang hampir hilang. Suasana tersebut adalah hearing  sekaligus bedah lagu dengan rekan jurnalis pewarta musik, yang pada era 80-90 an sering dilakukan para label musik.

MyMusic Record menghidupkan kembali suasana ini dengan mengundang teman-teman pewarta musik untuk mendengarkan dan membedah album The Casmala yang akan segera dirilis.

The Casmala sendiri dimotori dua kakak beradik yakni Denny Casmala (gitar), dan Irfan Casmala  (keyboard), serta vokalis Pieter Anroputra. Dalam waktu dekat The Casmala akan merilis album perdananya yang berisikan 7 trck lagu, yaitu; diantaranya Kejadian (TST), Ikrar, Berharap Tak Berpisah, Sakit Bila Dipendam, ⁠Pria Idaman, Dua-Duanya, dan Positive.

Dalam acara yang dipandu oleh Seno M Hardjo itu banyak sekali masukan dari teman-teman pewarta hiburan tentang album perdananya, termassuk pemilihan lagu jagoan hingga pemilihan judul lagu.

“Untuk menilai musik bukan berarti harus pemusik atau musisi juga. Yang diundang ke sini pengamat musik yang dinilai cukup memahami suasana atau kondisi industri musik di zaman sekarang,” kata Seno, di kantor MyMussic, di kawasan Cilandak, jakarta Selatan pada Senin (27/05/05).

Dalam diskusi yang mengalir dan penuh keakraban itu, terjadi voting untuk menentukan apa lagu yang tepat untuk dijadikan jagoan dalam album tersebut. Beragam pilihan pun muncul, setidaknya ada 3 lagu yang menurut para pewarta musik bisa dijadikan jagoan.

Sakit Bila Dipendam, Possitif dan TST menjadi lagu yang banyak dipilih oleh para pewarta musik yang hadir. Tentu dengan alasan masing masing.

Irish Riswoyo yang kini menjabat sebagai Ketua PWI Jaya Sie Musik dan Film turut memberikan memberikan penilain, penilaian Irish sangatlah simpel.

“Kalau saya sejujurnya nggak bisa menilai musik/ lagu itu bagus atau tidak, karena musik itu selera. Tetapi ketika saya dihadapkan pada pilihan 7 lagu dari The Casmala yang kira kira bakal hoki ya saya pilih lagu Kejadian (TST). Alasannya simpel, lagu TST mudah didengar, liriknya mudah dihafal, notasi lagunya ringan, aransemennyapun ringan. Jadi kalau bicara bisnis musik yang lebih luas, ya TST ini. karena bisa diedit untuk diaplikassikan ke medsos seperti tiktok, Snack, Instagram dan lain-lain”, kata Irish

Berpulang kepada para personil The Casmala dan pihak produser. Teman-teman pewarta hanya memberi masukan, tetapi keputusan sejatinya ada di The casmala dan produser, dalam hal ini MyMusic

The Chasmala sendiri terbentuk sejak 2021, waktu dunia masih diliputi suasana pandemi.

“Waktu itu lock down, orang nggak boleh pergi kemana-mana, semuanya termasuk musisi sepi job. Tercetus ide kita main lagu apa aja deh yang disiarkan di akun sosial media masing-masing. Lalu kita cari vokalis. Ketemulah saya dengan Pieter. Setelah cocok akhirnya tercetus ide lagi gimana konsepnya bikin band saja. Lalu sama-sama kita bikin lagu. Nama The Chasmala sebenarnya usulan dari Pieter,” kata Irfan./Mik.

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.