Kongres Federasi Musisi Indonesia Pilih Chandra Darusman Sebagai Ketua Umum

by -1,034 views

Jakarta, VoiceMagz.com – Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, sebuah wadah baru bagi para musisi di Indonesia akhirnya telah terbentuk.

Rabu, 18 Desember 2019, PAPPRI bersama komunitas musik di Indonesia resmi  membentuk sebuah federasi yang diberi nama ‘Federasi Serikat Musisi Indonesia’, atau selanjutnya disingkat menjadi FSMI.

Wadah atau serikat ini tidak hanya sebagai ajang  menjalin silaturahmi semata, tetapi juga  sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan serta daya saing musisi, sekaligus melindungi hak-hak para musisi, dan memperkuat daya tawar musisi dalam pembuatan regulasi terkait kepentingan musisi dan industri musik.

Sesuai dengan namanya yaitu Federasi Serikat Musisi Indonesia, maka lembaga ini beranggotakan komunitas atau  organisasi-organisasi profesi di bidang musik, baik musisi, penyanyi maupun pelaku industri musik.

Dalam Konggres pertamanya ini Chandra Darusman secara aklamasi terpilih menjadi Ketua Umum Federasi Serikat Musisi Indonesia yang pertama. Dalam kesempatan tersebut Chandra menjelaskan bahwa pembentukan FSMI ini sebetulnya sangat terlambat.

“Pembentukan FSMI ini sebetulnya sangat-sangat terlambat, di negara lain FSMI atau sering dinamakan Union Artist sudah ada sejak lama, bahkan telah banyak memberi manfaat bagi para musisinya. Walaupun kita terlambat tidak apa apa lah, daripada kita tidak berbuat apa-apa’” Jelas Chandra selaku Ketua Umum FSMI terpilih, di Perpusnas “Jakarta, Rabu (18/12).

Lebih lanjut Chandra menambahkan; “ Sebetulnya ini tugas kita bersama yang terbengkelai selama ini, dan kita bersyukur hari ini sudah terbentuk federasi ini. Selanjutnya tugas kami kedepan adalah akan membuat pelatihan-pelatihan dalam platform yang nantinya bisa membuat musisi  menjadi lebih baik lagi. Selain itu FSMI juga dapat memberikan rekomendasi jika ada musisi yang mau keluar negri atau musisi asing yang mau ke Indonesia. Untuk teknisnya, nanti kita akan bicara dengan pihak pemerintah,” tambah Chandra.

Sementara itu Ari Juliano Gema yang mewakili pemerintah melalui Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut baik terbentuknya FSMi ini.

“Kami jelas merasa senang dengan terbentuknya FSMI ini, kita akan lebih mudah untuk menjalin komunikasi dengan para pemusik lewat FSMi, tidak perlu lagi kesana kemari untuk menjalin komunikasi. Selain itu kita juga mendukung penuh kegiatan kegiatan positif yang dilakukan oleh FSMI, kita akan fasilitasi kegiatanya,” jelas Ari Juliano.

Dalam kesempatan tersebut Johny Maukar selaku Sekjen PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) menjelaskan;

“Kongres Ini adalah puncak capaian kami seteah sejak 2017 lalu kita melakukan diskusi berkali-kali dengan para musisi dan komunitas musik untuk membentuk sebuah federasi bagi para musisi yang akhirnya bernama FSMI  ini. Sebelumnya kita juga sempat menggelar pra konggres yang telah dilakukan pada tanggal 14 -15 November 2017 di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta,” jelas Johny Maukar.

Masih dalam kesempatan yang sama, musisi senior yang sekaligus Ketua Umum KCI, Dharma Oratmangun juga mengapresiasi berdirinya FSMI ini.

“Sekarang ini adalah saat yang sangat tepat untuk dideklarasikan Federasi Serikat Musik Indonesia, daripada tidak sama sekali (atau tertinggal) karena sudah menjadi kerinduan para musisi Indonesia sejak jaman Jack Lesmana, Idris Dari, Ireng Maulana, Enteng Tanamal, Sadikin Zuchra dlsb di era tsb. Oleh karena itu semangat untuk membentuk Federasi Serikat Musik atau yang di luar negeri disebut ‘Union Artist’ ini sudah menjadi suatu kepatutan dan kebutuhan primer saat ini,” jelas Dharma.

Lebih jauh Dharma menambahkan bahwa terpilihnya Chandra Darusman sebagai Ketua Umum adalah tepat.

“Bung  Chandra Darusman adalah sosok yang tepat memimpin FSMI. Beliau sudah melanglang buana di dunia internasional, pengalamannya tentu sangat banyak dan dibutuhkan untuk memimpin FSMI ini. Saya yakin Bung Chandra orang yang sangat mumpuni,” tambah Dharma.

Selain yang telah disebutkan diatas, Federasi Serikat Musi Indonesia ini juga akan menjadi mitra pemerintah untuk bermusyawarah menyusun standar dan persyaratan layanan untuk musisi dan band live. Mengatur jam dan menetapkan sesi kerja yang mengacu kepada standar kesehatan dan kenyamanan kerja.

Kemudian  juga menjadi fasilitator yang menyediakan berbagai macam saran dan bimbingan terkait pekerjaan musik di industri musik rekaman dan hiburan.Lalu  memberikan akses untuk para musisi mengikuti seminar, workshop, dan lokakarya musik. Memberikan akses ke seluruh jajaran profesional musik yang bekerja di berbagai keahlian dan genre musik.

Mengupayakan adanya perlindungan dan jaminan kesehatan serta hari tua bagi musisi, dan yang terakhir bisa menjadi sebuah forum umpan balik dalam kemitraan dengan pemerintah dan industri musik. Ditambah lagi FSMI akan menjadikan sebuah lembaga yang reputatif secara Nasional maupun Internasional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya melindungi dan menyejahterakan musisi.

Dalam kongres kali ini peserta yang hadir  terdiri dari perwakilan Pekerja Profesi Musik, Perwakilan Industri Musik Rekaman, Perwakilan Industri Musik Hiburan, Perwakilan Komunitas Musik, Perwakilan Instansi/Lembaga Mitra, Perhimpunan Hotel dan Restoran, Indonesia (PHRI), Akademisi serta Media atau pers.

Dalam kongres tersebut juga dibacakan Ikrar Pakta Integritas Federasi Serikat Musisi Indonesia yang dipimpin langsung oleh Ketua Umumnya Chandra Darusman./Irish

No More Posts Available.

No more pages to load.