Macklemore Sumbang Warga Palestina Rp1,7 Miliar Usai Didepak Ed Sheeran
JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Aksi kepedulian sosial ditunjukkan oleh Macklemore, dengan mendonasikan 1 juta dolar AS atau sekitar Rp1,7 miliar dari keterlibatannya sebagai penampil dalam rangkaian tur konser Ed Sheeran “Loop Tour”untuk organisasi yang membantu warga sipil Palestina.
Keputusan tersebut disampaikan Macklemore beberapa hari setelah dirinya dikeluarkan dari sejumlah jadwal tersisa tur Ed Sheeran akibat komentar pro-Palestina yang ia sampaikan saat tampil di MetLife Stadium pada 4 September lalu.
Dalam unggahan di Instagram pada Rabu (16/9), Macklemore mengatakan ingin mengembalikan perhatian publik kepada kondisi warga Palestina.
“Dengan segala sesuatu yang terjadi dalam 48 jam terakhir, saya ingin mengembalikan pembicaraan ke tempat yang seharusnya: kepada rakyat Palestina yang masih dibunuh, masih hidup di bawah pendudukan militer, dan masih berjuang untuk kebebasan mereka,” tulis Macklemore.
Ia kemudian mengumumkan akan menyumbangkan seluruh pendapatan bersih yang diperolehnya dari tur tersebut.
“Saya akan mendonasikan seluruh 1 juta dolar dari pendapatan bersih saya dari Ed Sheeran Loop Tour kepada enam organisasi yang bekerja langsung untuk membantu rakyat Palestina,” lanjutnya.
Menurut sejumlah laporan, dana tersebut akan dibagi kepada enam organisasi yang bergerak dalam bidang bantuan kemanusiaan dan medis untuk warga Palestina.
Keenam organisasi tersebut adalah Palestine Children’s Relief Fund, Heal Palestine, Gaza Soup Kitchen, Medical Aid for Palestinians, UNRWA USA National Committee, dan Anera.
Palestine Children’s Relief Fund turut menyampaikan apresiasi atas donasi Macklemore. Organisasi tersebut mengatakan kontribusi itu akan membantu mereka melanjutkan pemberian layanan medis dan bantuan kemanusiaan bagi anak-anak serta keluarga yang membutuhkan.
Selain mengumumkan donasi, Macklemore juga secara terbuka menantang Robert Kraft, pemilik tim NFL New England Patriots, untuk memberikan donasi dengan jumlah yang sama.
Kraft Group, perusahaan milik Kraft, merupakan pemilik Gillette Stadium, salah satu lokasi yang sebelumnya dijadwalkan menjadi tempat konser dalam rangkaian Loop Tour.
“Saya juga mengundang Robert Kraft untuk menyamai donasi saya. Apa pun perbedaan pendapat kita, mungkin kita bisa sepakat dalam satu hal: nyawa warga Palestina layak dilindungi. Nyawa seorang Palestina tidak lebih rendah nilainya dibandingkan nyawa manusia lainnya di muka bumi,” tulis Macklemore.
Kontroversi tersebut bermula setelah Macklemore menyampaikan komentar terkait Palestina saat tampil di MetLife Stadium pada 4 September.
Menurut pernyataan Ed Sheeran yang dikutip dalam sejumlah laporan, Kraft sebelumnya telah memberitahunya bahwa Macklemore tidak akan diizinkan tampil di Gillette Stadium dalam jadwal Loop Tour yang tersisa karena komentar tersebut.
Namun, Sheeran menegaskan bahwa keputusan untuk mengeluarkan Macklemore dari keseluruhan rangkaian tur bukanlah keputusan pribadinya.
Menurut Sheeran, keputusan tersebut dibuat oleh pihak promotor. Ia juga menyatakan dirinya “tidak terlibat” dalam keputusan tersebut.
Dampak kontroversi tersebut kemudian meluas ke sejumlah penampil lain dalam tur Ed Sheeran.
Beberapa musisi yang sebelumnya dijadwalkan menjadi penampil pembuka, termasuk Finneas, Lukas Graham, dan Aaron Rowe, dilaporkan menarik diri dari sejumlah jadwal tersisa sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore.
Band pengiring Ed Sheeran, Beoga, juga disebut ikut mundur dari jadwal tersisa.
Di akhir pernyataannya, Macklemore mengatakan perhatiannya terhadap kondisi warga Palestina tidak akan berhenti meski isu tersebut nantinya tidak lagi menjadi pemberitaan utama.
“Warga Palestina telah hidup selama puluhan tahun tanpa hak-hak dasar dan seharusnya tidak perlu menunggu satu hari lagi untuk merasakan kebebasan,” tulisnya.
“Saya akan terus berdiri bersama rakyat Palestina dan perjuangan mereka untuk kebebasan. Ketika siklus berita beralih ke isu lain, seperti yang pasti akan terjadi, jangan ikut beralih bersamanya. Free Palestine,” lanjut Macklemore./Eds. Foto: Istimewa.






