‘Menari: An Indonesian Dance Legacy’ Meriahkan Deklarasi Hari Perdamaian Nusantara

by -73 views

YOGYAKARTA, VoiceMagz.com – Deklarasi Hari Perdamaian Nusantara pada 3 September lalu di Cinema Amikom University, Yogyakarta menyisakan kemeriahan tersendiri.

Acara ini di awali dengan pemutaran film ‘Menari: An Indonesian Dance Legacy’ yang diproduseri rumah produksi peraih Emmy Awards dari AS.

Film yang disutradarai sutradara senior asal Amerika Serikat, Cheryl Halpern dan sutradara muda asal Indonesia, Natasha Dematra ini untuk pertama kalinya diputar di Yogyakarta.

Sebelumnya, film ini telah melakukan World Premiere di Jakarta. Film yang mengangkat tarian budaya Indonesia ini sedang menjelajahi berbagai festival film internasional di mancanegara.

Film ini sendiri syuting di empat kota di Indonesia, Jakarta, Semarang, Yogyakarta dan Bali. Film ini membawa misi untuk melestarikan kebudayaan Indonesia dan perdamaian di Nusantara.

Dalam acara ini dilakukan juga deklarasi Hari Perdamaian Nusantara yang dipelopori Kanjeng Pangeran (KP) Dr. Damien Dematra MIB, FMPA selaku founder dan director dari International Festivals Group for Peace, Culture and Humanity bersama Kanjeng Pangeran Haryo SP J. Wiroyudho selaku ketua umum Masyrakat Adat Nusantara (MATRA).

Dalam deklarasi ini telah ditetapkan bahwa tanggal 3 September menjadi Hari Perdamaian Nusantara dengan misi untuk menyebarkan misi perdamaian di Nusantara.

Deklarasi ini diharapkan juga dapat menjadi awal dari sebuah misi untuk menyebarkan perdamaian khususnya di kawasan Nusantara.

“Hari Perdamaian Nusantara rencananya akan mulai dirayakan tahun depan dan seterusnya,” ujar Damien di sela-sela acara.

Pembacaan ikrar deklarasi dibawakan langsung  KPH Wiroyudho dan ditutup dengan yel yel perdamaian dibawah komando Damien dan sekitar 500 orang dari berbagai elemen masyarakat dan dihadiri langsung oleh Raja dan Sultan nusantara.

Menurut Damien, sudah saatnya kebudayaan difokuskan kepada perdamaian dan kemanusiaan. Kebudayaan dipandangnya bukanlah sederet kegiatan seni pertunjukan saja, tapi harus bertujuan memanusiakan manusia.

“Inilah salah satu alasan utama lahirnya Hari Perdamaian Nusantara. Kenapa tanggal 3 September? Karena berdekatan dengan World Peace Day versi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Tujuan strategisnya agar Perayaan Hari Perdamaian Nusantara dan Hari Perdamaian Dunia dapat dilakukan secara bersinergi,” papar sutradara berambut panjang ini.

Acara ini juga didukung penuh Majelis Adat Nusantara (MATRA), Universitas AMIKOM, Film Festivals Alliance, Yogyakarta International Film Festival, World Film Council dan Visions of Peace Awards.