Beginilah Dilema Musisi Muda Mikael Saat Dapat Tawaran Manggung di AS

by -1,927 views

JAKARTA, VoiceMagz.com –Minggu lalu musisi muda Mikael Andamadan Riswoyo atau lebih dikenal dengan panggilan Akel, mendapat tawaran membanggakan yaitu tampil disebuah ajang festival  Musik Internasional di Amerika Serikat.

Menanggapi tawaran tersebut Akel tentu merasa senang. namun dari raut wajahnya terlihat datar seperti ada yang disembunyikan.

“Ya, Minggu kemarin saya menerima telpon dari seseorang yang mengaku promotor dari sebuah event yang akan berlangsung di Long Beach, California USA. Mereka pingin mengundang saya dan band saya ‘Flight To Infinity” untuk bisa tampil disana. Ini merupakan sebuah kebanggaan bagi saya dan band saya, namun sekaligus sebuah kesedihan. Mengapa kesedihan, karena kita harus mengeluarkan biaya sendiri untuk tiketnya. Jadi Panitia hanya menyediakan akomodasi dan konsumsi selama disana”, jelas Mikael kepada Voicemagz.com di Jakarta, Kamis 27/6/19.

Kegembiraan dan kesedihan bagi Mikael dan band-nya tentu beralasan, pasalnya bisa tampil di negri Paman Sam tentu bukan perkara mudah, mereka tentu menseleksi siapa-siapa saja dan dari negara mana saja yang diundang.

“Kami merasa seperti tersanjung bisa dipilih untuk diundang, tetapi karena kami tak ada biaya untuk beli tiket pergi kesana, makanya saya menjadi sedih.  Tapi ada sedikit harapan juga, karena diujung pembicaraan dengan salah satu promotornya mengatakan akan berusaha mencarikan sponsor untuk membeli tiketnya, jadi kalau itu terwujud sungguh merupakan kebanggaan yang tak terhingga baki saya bersama teman teman di band”, jelas Mikael.

Dalam kesempatan yang sama ayah sekaligus manager pribadi dari Mikael yaitu Irish Riswoyo turut memberikan penjelasannya.

“Saya kaget juga ada tawaran seperti itu, tetapi saya sampaikan ke Mikael bahwa jika memeng ada sponsor untuk membiayai tiket silahkan saja berangkat. Kesempatan seperti ini belum tentu datang 2X,  namun mengingat biayanya yang cukup besar maka saya angkat tangan. ” jelas Irish Riswoyo.

Lebih lanjut Irish menambahkan, “Seandainya tak ada sponsor, saya sarankan untuk fokus pada pendidikan formal dulu, karena Mikael sedang mencari perguruan tinggi untuk kuliah. Selain itu fokus rekaman albumnya dulu bersama bandnya yang sekarang sudah dapet 5 lagu”, jelas Irish lebih lanjut.

Diundangnya Mikael bersama bandnya ke ajang festival di USA ini tentu bukan datang tiba tiba, beberapa waktu lalu Mikael yang tampil diajang International Indie Music Festival yang berlangsung di ICE BSD. Kebetulan Mikael bersama bandnya tampil di panggung utama, bareng dengan band asal Perancis dan dari Amerika, dan lain-lain.

Usai tampil, Mikael langsung didatangi beberapa personil band dari Amerika tersebut, dalam sebuah percakapan mereka mengaku kagum dengan permainan band ini, meskipun personilnya muda tetapi mampu membawakan lagu lagu punk dan rock n roll secara  rapi.

“Waktu itu kami memang main di panggung utama, mainnya malam sebelum band terakhir, kebetulan band yang main terakhir band dari Amerika bernama Relic Heart, usai band saya tampil mereka menyambangi kami dan ngobrol ngobrol. Mereka menanyakan umur saya, saya jawab 16 Tahun, lalu mereka bilang muda sekali, tapi kamu bermain bagus,  terus mereka meminta alamat Ig, Fb dan nomor telepon, Pendeknya kita terlibat ngobrol panjang lebar hingga akhirnya mereka tampil diatas panggung”, jelas  Mikael lagi.

Kesempatan datang tak selalu disaat yang tepat, begitulh kira kira yang sedang dihadapi oleh Mikael dan bandnya Flight To Infinity ini. namun demikian mereka patut berbangga, karena permainannya diapresiasi oleh band dari negara dimana musik dilahirkan yaitu Amerika Serikat.

Usai merilis single tahun kemarin, Mikael bersama Flaight To Infinity saat ini masih terus menggarap albumnya, terhitung saat ini sudah ada 5 lagu yang sudah rapi. Saat ini sedang membuat lagu yang pas buat berkolaborasi dengan seniornya yaitu Roy Jeconiah (ex-Boomerang) yang kini membesarkan band Jecovox dan RI-1 bersama koleganya John Paul Ivan.

“Kami sedang  membuat lagu lagi untuk berkolaborasi dengan Om Roy Jeconiah, kebetulan Om Roy itu senior saya, dan Om Roy yang  minta langsung dengan saya untuk berkolaborasi dalam albumnya nanti. Ini merupakan sebuah kebanggaan juga buat saya dan band. Seandainya saya harus mengeluarkan fee-nya buat Om Roy tentu besar. kami berterima kasih sama Om Roy yg sudah mengapresiasi kami dengan menawarkan berkolaborasi”, tutup Mikael.

Bersama band sekolahnya SMA 4 Tangsel ” Clair Voyant” Mikael pernah menyabet juara 2 Festival band antar SMA se Indonesia, yang Grand Finalnya berlangsung di bandung beberapa bulan lalu. Ia dan kawan kawan mewakili area Jabodetabek. /Bay

No More Posts Available.

No more pages to load.