Parafien Luncurkan Album ke 2 Usung Warna British Pop

by -3,546 views

PARAFIEN_DUDUT SPNama Parafien memang masih terdengar agak asing di jagad musik Indonesia secara umum. Tetapi tidak demikian jika di kota Bandung, sebab band yang berdiri sejak tahun 2008 silam ini sebelumnya pernah hadir di depan publik dengan merilis album perdana 2 tahun berikutnya atau pada tahun 2010.

Pada masa awal berdirinya Parafien beranggotaksn 5 personil dengan formasi 2 gitaris mengusung genre pop rock . Tetapi seiring rentang perjalanan waktu karena kisibukannya masing masing personil yang lain mengundurkan diri, sehingga tinggallah Sigid (Drummer) saja. Sigid kemudian membuka audisi untuk mencari vokalis, setelah melalui proses yang panjang akhirnya terpilihlah Herro Dika Prasetya sebagi vokalis Parafien yang baru.

Setelah menemukan vokalis baru yang dianggap cocok sesuai karakter dan visi Parafien, Sigid ternyata tidak lagi melanjutkan format awalnya yaitu full band, tetapi lebih memilih ber-transformasi menjadi duo. Alasan dipilihnya format duo ini menurut Sigid agar lebih simple saja. Jadi untuk personil yang lain sifatnya additional player.
Peruntungan di pasar musikpun mulai dirintis dan dipertaruhkan oleh Parafein pada tahun 2014 ini, yaitu dengan merilis album keduanya yang berjudul “Inilah Aku”. Bertempat di Space café kawasan kemang Jakarta Selatan (Rabu 26/02/14), Parafein merilis album barunya dengan mengundang rekan rekan media. Dalam album barunya ini Parafien bernaung dibawah bendera label Lamda Music Indonesia, dan menyuguhkan 10 lagu terbarunya diantaranya Inilah Aku (judul album), Ku Menunggu, Lepaskan, Seharusnya Aku, Ajari Aku, dan lain-lain.

Warna musik dari Parafien format duo ini menurut Sigid lebih kea rah British Pop. Tetapi secara terang terangan Sigid juga mengungkapkan bahwa lagu-lagu dan musiknya banyak i ter-Influence dari band lokal yang telah lebih dulu top yaitu NOAH. Kendati demikian Sigid juga mengungkapkan “ Parafien tetap Parafien, menurut saya timbre Herro beda dengan Ariel NOAH. Herro suaranya lebih tebal, bahkan banyak juga yang mengatakan wajah Herro juga mirip Ariel, dan itu sebuah kebetulan saja” ujarnya.

Tetapi ketika ditanya Voicemagz, kenapa mesti terpengaruh oleh musik dan lagunya NOAH.?, bukankah orang akan beranggapan kalau albumnya mirip sama NOAH ya kenapa mesti milih Parafein..? Mending pilih NOAH aja.” Ya kalau kami mirip NOAH mungkin memang karakter suara saya memeng sudah begitu, itu pemberian yang diatas” Jawab Herro. Sementara Sigid berpendapat “ Kalau dikatakan mirip NOAH ya saya cuma meniru spirit kerja keras mereka” ungkapnya.

Sementara pengamat musik Bens Loe menambahkan “ Pengaruh mempengaruhi dalam sebuah band itu sudah ada sejak dulu, kita paham ketika sebuah band muncul seperti hijau Daun mirip siapa, Padi mirip Siapa, dan Niji mirip siapa. Tetapi pada akhirnya perjalanan waktulah yang membentuk sebuah band itu menemukan jatidirinya”. Tambah Bens Leo./ Irish/Foto: Dudut.

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.