Pemerintah Giatkan Kampanye, Kualitas Film Nasional Juga Perlu Terus Dipacu

by -2,772 views

BOGOR, Voicemagz.com – Gerakan Kampanye Film Indonesia resmi dicanangkan oleh Pusat Pengembangan Film (Pusbangfilm) Kemendikbud bekerjasama dengan Forum Wartawan Hiburan (Forwan) Indonesia dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jaya, Selasa (12/12) di acara Semiloka Perfilman 2017 di Bogor, 11 – 13 Desember 2017. Gerakan ini juga serentak dilakukan di lima kota, yakni Bandung, Jakarta, Malang, Maros dan Padang.

“Kami punya tanggung jawab besar menumbuhkembangkan, membina, memajukan film Indonesia dari sisi industri dan kualitas serta mampu berjaya di berbagai festival film internasional,” ujar Abu Hanif dari Pusbangfilm Kemendikbud RI di Bogor, Selasa (12/12).

Menurut Abu Hanif, kualitas film Indonesia sebenarnya sudah banyak meningkat, hal itu ditandai dengan mulai banyaknya film yang meraih jumlah penonton yang banyak.

“Ini kita apresiasi dengan baik, tapi tetap harus terus kita pacu minat menonton. Nantinya kita akan bikin baligo kampanye ini di jalan protokol dan bandara, lalu di Car Free Day (CFD). Targetnya di jalan tol minimal ada 12 bilboard film Indonesia. Juga di kendaraan umum, baik di Transjakarta dan KRL,” beber Abu Hanif.

Bicara soal peningkatan jumlah penonton film Indonesia, produser Oddy M Hidayat yang juga hadir dalam acara ini mengakui jika saat ini film bergenre horor masih nomor satu.

“Tapi bukan berarti yang lainnya tidak punya potensi,” ucap Oddy.

Ia juga menyinggung masih enggannya pihak bank memberikan kepercayaan pemberian kredit bagi pembuatan film.

“Film memang bisnis beresiko, tapi saya tetap berupaya meyakinkan pihak bank. Kuncinya ya memang dari kualitas, baik dari sisi pemain dan film yang akan digarap itu,” beber Oddy.

Sedangkan Jimmy Harjanto dari Gabungan Pengelola Bioskop Indonesia meminta, para filmmaker untuk tidak membuat film yang hanya asal menyenangkan mereka sendiri.

“Saya istilahkan, bikin film itu seringkali seperti bikin anak. Sang orang tua kerap marah saat ada yang bilang jika misalnya, hidung anaknya pesek. Padahal faktanya memang pesek. Intinya, banyak produser bikin film sesuai maunya sendiri saja. Sebaiknya disenangi penonton dan bukan untuk menyenangi diri sendiri saja,” ujar Jimmy. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.