Petani dan Pedagang Kopi Tradisional Layak Naik Tingkat

by -1,298 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Budaya minum kopi atau yang akrab disebut ngopi, belakangan ini berkembang cukup pesat di Indonesia.

Hal ini sudah seharusnya juga memberi keuntungan bagi semua pihak yang terkait dengan pemberdayaan kopi sebagai sebuah komoditi.

Tak terkecuali petani dan pedagang kopi tradisional. Sudah selayaknya mereka pun mendapatkan peningkatan penghasilan sebagai imbas dari hal di atas.

Hal inilah yang kini tengah ditempuh Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) lewat program pemberdayaan produk kopi mulai dari sektor hulu, yang berupa bantuan peningkatan kapasitas produksi dan pendampingan teknik produksi untuk mendapatkan kualitas kopi terbaik.

Lalu di sektor hilir, BAZNAS juga memberikan bantuan modal usaha untuk penjual kopi, pelatihan dan pendampingan untuk menjaga kualitas kopi.

Dua hal inilah yang nantinya diharapkan mampu membuat petani dan pedagang kopi tradisional naik tingkat.

“Program pemberdayaan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan menggunakan dana zakat, infak dan sedekah yang masyarakat tunaikan melalui BAZNAS,” ujar Kepala Bagian Program Ekonomi BAZNAS, Eka Budhi Sulistyo di sela-sela Festival Kopi ‘Kekayaan Kuliner Indonesia Produk Mustahik BAZNAS’ di Jakarta, Sabtu (18/5).

Dengan pemberian bantuan ini, lanjut Eka, petani dan pedagang kopi tradisional bisa memasarkan produk kopinya ke berbagai daerah dan luar negeri.

“Beberapa kali kopi hasil mereka dibawa oleh wisatawan ke mancanegara,” ujar Eka.

Dalam festival kali ini, produk hasil pemberdayaan petani dan pedagang kopi tradisional ini ikut pula dipamerkan. Lengkap dengan cara pengolahannya hingga siap diminum yang disajikan secara spesial oleh anak-anak muda yang telah mendapatkan pelatihan barista dari BAZNAS.

Di festival ini juga hadir kopi-kopi hasil produksi para petani binaan BAZNAS seperti Kopi Tondok Lemo dari Toraja, Kopi Bukit Tempurung, Jambi dan Kopi Kampung. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.