Roy Jeconiah dan Liebie men-“Trigger” Kembali Kekeluargaan Antara Jurnalis Dengan Artis Atau Musisi

by -1,075 views

Oleh: Irish Riswoyo

Jakarta, Voicemagz.com- Disadari atau tidak, musisi atau artis dengan media dan penggemarnya adalah 3 kesatuan yang takterpisahkan. Artis butuh penggemar, tapi juga butuh media untuk memberitakan apa yang menjadi kegiatannya sehingga diketahui oleh masyarakat luas. Oleh karena itu, jika  ketiga unsur ini bisa  dijaga keharmonisannya bukan tak mungkin kesuksesan akan bisa digapainya.

Tak jarang memamng ada seoarang artis yang ketika memulai karirnya sangat dekat dengan para awak media. Tetapi setelah kesuksesan digapainya, ia melupakan peran wartawan. Bahkan terkadang ada yang sangat menjaga jarak atau bahkan konfrontatif jika ada pertanyaan-pertanyaan kritis terhadap dirinya. Jika mereka sadar darimana bermula, tentu hal ini tidak akan terjadi, sebab Media dan artis adalah satu kesatuan yang saling menguatkan.

Jika kita tarik ke belakang di tahun 80-90an ketika Industri Musik Indonesia mencapai puncak kejayaanya, sinergi antara artis/musisi dengan awak media terlihat sangat harmonis. Bahkan para wartawan berperan banyak tidak hanya sebagai penyampai berita, tetapi juga  menjadi bagian dari mitra berkarya.

Banyak diantara wartawan yang diajak berkolaborasi oleh  para musisi dalam membuat karya lagu, terutama sebagai pembuat lirik. Sebut saja diantaranya ada Theodore KS, yang menulis lirik Rumah Kita (God Bless), Remmy Soatansyah menulis lirik Ogut Suping, Bla-Bla-Bla (God Bless), Ali Akbar untuk lagu lagu Gong 2000 Rindu Damai, Bara Timur dan banyak lagi. Selain itu ada juga  Irish Riswoyo yang menulis lagu untuk Sheren Regina dau, Etri Jayanti, Swetha Putri, Elva patty, dan kelopok musisi rock Indonesia Kita (Iki) dengan lagunya “Indonesiaku” dan lain-lain.

Selain menjadi mitra untuk berkarya, wartawan juga seringkali diperlakukan layaknya sebuah keluarga. Banyak sekali wartawan yang begitu dekat dengan para artis atau musisi yang menjadi narasumbernya. Sehingga wartawan tidak hanya sebagai penyampai berita dalam kegiatan bermusik saja, tetapi juga terlibat dalam acara-acara kekeluargaan. Itulah gambaran bagaimana kedekatan wartawan dengan para artis terutama penyanyi atau pemusik era itu.

Di era 2000an, kedekatan wartawan dengan para musisi atau artis sepertinya sudah mulai pudar, entah  karena apa?.  Mungkinkah  karena bergesernya media musik dari piringan hitam ke kaset, kemudian ke CD/DVD, dan menjadi digital sebagai salah satu penyebab?. Atau juga bergesernya platform media dari basis cetak menjadi digita?, Atau mungkin karena munculnya Indie label yang secara promosi tak bisa jor-joran dalam hal dana seperti yang dilakukan label besar ketika  masa jayanya?. Hanya waktu yang bisa menjawab.

Analisa 

Kecenderungan media yang berbasis digital (portal) dengan domain Dot Com, Dot ID, Dot Co, Dot Net  dan lain-lain yang membutuhkan banyak konten berita untuk mengisi setiap kanal di medianya, sehingga membuat kerja para wartawannya tak lagi bisa sedikit santai.

Para wartawan bahkan  dibebani dengan banyak tulisan untuk memenuhi setiap kanal medianya. Media tempatnya bekerja bahkan ada  yang mengharuskan wartawannya menulis minimal 12-15 tulisan atau liputan setiap harinya, dengan berbagai alasan seperti misalnya agar terbaca oleh google, atau agar masuk dalam ranking Alexa dan lainlain.

Jadi, dengan kesibukan yang begitu padat ini, membuat para wartawan tak lagi punya banyak waktu untuk berinteraksi lebih dengan para artis atau musisi yang menjadi narasumbernya. Seringkali di lapangan kita temui, para wartawan melakukan wawancara hanya sekedar mengejar pemberitaan. Tidak lagi membangun sinergi dalam bentuk kekeluargaan karena  terbatasnya waktu yang dimilikinya, yang disebabkan oleh target-target kwantiti penulisan setiap harinya.

Mungkin ini yang menjadi salah satu sebab mengapa para wartawan era sekarang kesulitan membangun kebersamaan dan kekeluargaan dengan para musisi sebagai narasumber seperti era 80-90an dulu. Ini hanya analisa, mungkin juga analisa ini salah.

Roy Jeconiah dan Liebie Intens Membangun Kebersamaan dan Kekeluargaan Dengan Awak Media

Vokalis Rock asal Surabaya Roy Jeconiah yang sempat menjadi vokalis utama band Boomerang, sejauh ini dikenal dekat dengan para wartawan. Bahkan para wartawan menganggap Roy adalah orang yang rendah hati. Meskipun ia menjadi publik figure, tetapi tetap dekat dengan siapapun tak terkecuali dengan awak media.

Kedekatan Roy dengan wartawan sering terlihat dimanapun tempat yang mempertemukan keduanya. Salah satunya yang terjadi pada Sabtu malam (5/12/20). Roy Jeconiah menyambangi rumah seorang wartawan musik di kawasan Ciputat, dimana para wartawan lainnya yang berjumlah sekitar 12 orang kebetulan sedang berkumpul.

Roy terlihat terlibat bertukar cerita tentang berbagai hal secara akrab dengan para wartawan. Bahkan saking asiknya bercerita (ngobrol) ngalor-ngidul,  sampai semuanya lupa waktu. Ngobrol asik yang dimulai pukul 19.00 WIB itu baru selesai atau bubar setelah jam 6.30 WIB pada keesokan harinya.

Ini merupakan bukti nyata bagaimana seorang Roy menunjukkan kedekatanya dengan para jurnalis di tempat yang ia namai sendiri  #NaturalGarden.

Hal serupa juga dilakukan pendatang baru di jagad musik Dangdut yaitu Liebie. Penyanyi asal Lampung ini memulai karirnya dengan sangat baik, ia juga berusaha ingin selalu dekat dengan para wartawan. Hal itu dibuktikan dengan hadir di acara kumpul kumpul wartawan dimana Roy Jeconiah juga ada didalamnya.

Kedatangan Liebie ini juga sebagai bukti ucapannya di depan para awak media  ketika ia melakukan peluncuran single pertama hingga single ke-3 beberapq haru lalu. Liebie bilang bahwa dirinya ingin selalu membangun kebersamaan dengan para wartawan. Ia sadar bahwa wartawan adalah mitra yang baik untuk menyokong karirnya. Tak hanya dalam soal pemberitaan, Liebie bahkan mengapresiasi setiap masukan dan ide-ide baik  yang datang dari para wartawan.

Seperti yang dilakukan  Roy jeconiah,  kedekatan Liebie dengan para wartawan juga tampak dari mengalirnya obrolan yang terjadi. Tak hanya itu, Liebie bahkan juga tak segan-segan turut terjun langsung bakar ikan dan menyajikan makan malam serta  berfoto ria serta ber-boomerang ria lewat kamera ponselnya.

Apa yang dilakukan Roy Jeconiah dan Liebie ini boleh jadi sebagai trigger  bagi terbangunnya kembali rasa kebersamaan dan kekeluargaan antara para artis/musisi dengan awak media yang belakangan jarang terlihat atau bahkan  mulai pudar. Roy Jeconiah dan Liebie serta teman-teman wartawan, kalian semua orang hebat, tetap membumi dan jaga silaturahmi.

 

 

 

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.