Sikap Toleransi Ala Roy Jeconiah Yang Inspiratif

by -16,675 views
Roy Jeconiah

JAKARTA, VoiceMagz.com – “Posisi lagi dimana? Lagi buka bersama di PIM, mumpung kumpul saudara saudara..”

Itulah petikan WA antara saya dengan mantan vokalis Boomerang ‘Roy Jeconiah” sore ini (Sabtu 19 Mei 2018). Sepintas mungkin terlihat datar saja bahasa ini, namun bagi saya pribadi bermakna cukup dalam, pasalnya kata kata itu muncul dari seorang sahabat baikku yang Kristiani ini.

Aneh kah kalau seorang penganut Kristani bicara buka bersama? Bagi sebagian orang mungkin tersasa aneh. Namun bagi saya tidak, sebab saya paham betul siapa Roy Jeconiah.

Hampr tiga tahun belakangan saya sering jalan bersama Roy disaat bulan Ramadhan, dan saya pernah menawarkan dan mempersilahkan kepadanya utuk makan atau minum di siang hari, namun jawabanya dalam bahasa Jawa sangat mengejutkan “Aku poso mas!”, (saya juga puasa),” jawabnya.

Semula saya terkejut dengan jawabannya, sebab saya tahu dia seorang Kristiani yang tak diwajibkan menjalankan puasa.

“Setiap Ramadhan aku juga ikut puasa,” sambung Roy.

Yang membuat lebih terkejut lagi. Sepintas aku menduga karena sedang jalan sama saya dia menghormati karena saya sedang berpuasa. Namun dugaan itu hanya 50 persen benarnya, sementara 50 persen lagi salah dugaanku, karena ia memang sering melakukan itu bahkan ketika sebelum aku mengenalnya.

Dari apa yang saya uraikan diatas, saya menarik makna yang luar biasa dari sebuah toleransi seorang sahabat bernama Roy Jeconiah. Meskipun perawakannya tinggi besar dan badannya penuh tattoo dengan kesan sangar atau urakan, namun pribadinya santun luar biasa. Tulus dalam berteman, dan sangat menjunjung tinggi persahabatan, tak peduli apapun suku, ras dan agamanya.

Penyanyi berdarah Manado pemilik nama lengkap “Roy Jeconiah Isoka Wurangian’ ini memang terkenal supel, mudah bergaul dengan siapa saja. Oleh karena itu tak heran bila dia juga memiliki sahabat dengan latar belakang yang multi etnis, multi religi dan multi kultural.

Contoh nyata dari persahabatannya ia buktikan dengan teman-temannya yang lintas profesi, agama, etnis, suku dan ras. Di kota kelahirannya Surabaya misalnya,  ia bersahabat dengan seorang tokoh partai dan petinggi ormas Banser bernama Abdul Rasyid.

Kemudian di Jakarta ia juga bersahabat baik dengan salah satu aktivis NU bernama Maftuh. Dari sini kita bisa tarik kesimpulan bahwa Roy orang yang luwes bergaul dengan siapa saja. selain itu ia juga memiliki rasa toleransi yang luar biasa. Bahka ia juga sangat menghormati seorang kakak kandungnya yang menganut agama berbeda.

Roy Jeconiah bersama teman-temannya

Sosok seperti Roy ini terbilang langka di era sekarang. Ketika belakangan banyak yang berusaha untuk mengadu domba, memecah belah, mengkotak-kotakkan antara suku, ras dan agama bahkan pilihan politik.

Namun Roy tetaplah Roy yang tidak gampang terpancing oleh isu-isu yang berkembang di masyarakat. Bahkan ia sama sekali hampir tak pernah terpancing ketika beberapa temannya mencoba mengajak bicara soal pilihan politik, soal isu agama, soal isu ras dan lain-lain.

Ia lebih tertarik dan merasa cair bila ngomong soal musik seperti yang ia lakoni maupun hal-hal lucu lainnya.

Sikap jelas dan tegas dan penuh toleransi yang tinggi dari Roy ini langsung atau tidak langsung menginspirasi saya pribadi sebagai teman. Ia sangat menghargai keberagaman. Selain itu ia juga ringan tangan untuk membantu teman-temannya, baik yang seprofesi maupun yang bukan satu profesi.

Kehidupan dalam kesehariaanya sangat ‘Napak Bumi’, ia melakoni hidup apa adanya, meskipun ia sosok figur yang dikenal dan terkenal, namun ia tak lantas menyombongkan diri. Tak jarang ia juga sering nongkrong (cangkruk dalam bahasa Surabaya) di tempat tempat yang sangat sederhana. Misalnya di warung kopi kaki lima, angkringan, atau bahkan warung kecil di pinggir jalan.  Apa yang ia tunjukkan itu bukanlah hal yang dibuat-buat, tetapi murni keaslian dari sikap Roy Jeconiah.

Secara pribadi saya merasa salut dengan apa yang ia tunjukkan, sepertinya saya secara pribadi mesti banyak belajar bagaimana hidup membumi dan menjunjung toleransi seperti yang ia tunjukkan selama ini. Mungkin juga bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman yang  lain, tentang bagimana bersikap dalam masyarakat yang heterogen ini, seperti yang Roy tunjukkan. Tak perlu berkoar-koar, tapi sikap yang ia tunjukkan sangat toleran. Salut kami buat Roy Jeconiah. /Irish

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.