Rp1 Miliar Siap Diboyong Ke KLB Asmat

by -4,007 views

JAKARTA, Voicemagz.com – Guna menanggulangi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak dan gizi buruk di Kampung Nakai, Distrik Pulau Tiga dan Kota Agats, Provinsi Papua, dana Rp1 miliar siap dikucurkan.

Dana ini disiapkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) untuk mendirikan Crisis Center Baznas-Asmat.

Dijelaskan anggota BAZNAS, Nana Mintarti, alokasi dana awal Rp1 miliar itu kemungkinan besar akan bertambah dari donasi sejumlah pihak untuk mendukung kerja Crisis Center BAZNAS-Asmat di Papua hingga 6 bulan mendatang.

“Anggaran tersebut sebagai dana tahap awal atau pemantik yang disediakan oleh BAZNAS yang bersumber dari zakat masyarakat untuk dikembalikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Jumlahnya tentu akan ditamah,” ujar Nana di Jakarta, Kamis (18/1).

Dalam program recovery, lanjutnya, Crisis Center BAZNAS-Asmat yang diketuai Meizi Fachrizal Achmad yang juga Kepala Rumah Sehat BAZNAS membentuk 10 posko yang juga bertugas mengedukasi masyarakat Asmat tentang kesehatan.

Dia menjelaskan program yang memiliki sifat emergency relief dan recovery tersebut dilaksanakan untuk menangani kejadian gizi buruk dan penyakit campak di lingkungan masyarakat Asmat.

Untuk merealisasikan program emergency relief atau respond itu, BAZNAS pada Kamis malam (18/1) memberangkatkan tim medis untuk berkoordinasi dengan pihak terkait setempat dan bersama-sama mengatasi atau menangani KLB yang menimpa warga Asmat.

Adapun program yang bersifat recovery atau jangka panjang itu, tambahnya, berupa community health yang mencakup antara lain edukasi kesehatan berbasis komunitas, yang terkait dengan masalah kebiasaan, edukasi, wawasan dan pengetahuan masyarakat setempat tentang kesehatan.

“Inilah yang akan diedukasi oleh BAZNAS sambil memberikan makanan-makanan bergizi terutama pada batita dan balita sehingga diharapkan tingkat gizi dari balita tersebut juga membaik,” ujar Nana.

Sementara itu, Meizi Fachrizal menjelaskan Kamis malam ini tim pertama, sebagai perintis, diberangkatkan ke Papua untuk segera bergerak membantu masyarakat Asmat yang memerlukan bantuan terkait KLB.

“Setelah tim pertama yang rencananya berada di Asmat selama 2 pekan, barulah tim lanjutan, termasuk dari BAZNAS Tanggap Bencana, berangkat dan menetap sekitar 6 bulan di sana,” tutur Meizi. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.