Ryo Domara Rela Pangkas Egonya Demi Album Baru

by -1,934 views

JAKARTA, VoiceMagz.com- Jika menyebut Ryo Domara, mungkin saja sebagian pecinta musik Indonesia sudah ada yang tahu atau mengenalnya. Tetapi jika dilihat prosentasinya, pasti lebih banyak yang belum tahu.

Namun demikian, bukan tidak mungkin dalam waktu yang tidak lama lagi nama Ryo Domara akan lebih banyak dikenal masyarakat pecinta musik Indonesia. Ryo sedang mempersiapkan sebuah album perdana yang sebentar lagi akan rilis di pasaran.

Memiliki album sesuai dengan nuraninya adalah sebuah impian bagi pria berdarah Jawa ini. Karena itulah, demi lahirnya sebuah album impiannya, ia rela memangkas ego bermusiknya.

“Demi lahirnya album ini, terus terang, saya harus menurunkan ego dan idealisme bermusik saya. Yang kemarin-kemarin sudah cukup lah, jadi sekarang saya harus fokus buat bikin album yang komersil, yang bisa menghasilkan. Syukur bisa bermanfaat buat diri saya pribadi, dan buat orang orang di sekitar saya,” jelas Ryo saat melakukan hearing dengan wartawan dan sesama musisi  di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu (27/03).

Lebih lanjut pria kelahiran April 1976 ini memaparkan bahwa saking seriusnya dalam mempersiapkan album, dirinya sampai dipingit.

“Oleh manajemen saya nggak boleh kemana-mana, bahkan nggak boleh dengerin musik yang lain dulu, tujuannya agar tidak terkontaminasi dengan dunia luar. Setidaknya sampai album ini bener bener rampung dan dirilis,” tambah Ryo.

Di kesempatan yang sama, produser album perdana Ryo yaitu Harry Budiman juga memberikan penjelasan.

“Saya kenal Ryo sudah lama, namun baru kali ini saya bisa bekerjasama secara profesional. Bahkan dalam pembuatan lagu dan menggodok aransemennya kami selalu tek-tok berdua. Jadi kami sama sama berfikir bagaimana caranya agar album ini nantinya bisa diterima oleh masyarakat pecinta musik,” jelas Harry.

Dipilihnya Harry untuk dijadikan produsernya tentu bukan tanpa sebab. Ryo mengaku ada empat kandidat yang secara nama juga cukup mentereng. namun atas saran seorang teman ia memilih yang secara musik dan personal sehati. Hal ini akan memudahkan dalam segi komunikasi dan lain lain. Oleh karena itu pilihannya jatuh kepada Harry Budiman.

“Sebelumnya yang ada dipikiran saya ada sekitar empat kandidat yang pingin saya ajak menjadi produser, secara nama mereka cukup terkenal. Namun pada akhirnya saya memilih mas Harry. Selain karena sudah lama bertemen yaitu sejak 2001, juga karena secara emosional kita deket. Jadi kalau ada ide ide baru atau hal-hal lain  bisa langsung dikomunikasikan”, tutup Ryo.

Menjaring Masukan Lewat Hearing

Ada yang pantas untuk  diapresiasi dari apa yang dilakukan  Ryo dan Harry dalam menggarap dan mempersiapkan album ini. Mereka melakukan hal yang orang lain jarang melakukan, yaitu mengundang wartawan dan koleganya di dunia musik untuk bersama sama mendengarkan kerangka lagu yang akan mengisi albumnya nanti, sekaligus melakukan potong tumpeng. 

Hal ini  menunjukkan bahwa mereka berdua sangat serius dalam mempersiapkan album ini. Bahkan meraka dengan cerdas memilih meminta masukan dari luar agar dalam penggarapan albumnya nanti menjadi lebih baik, dan bisa tepat menyasar pecinta musik Indonesia dari berbagai strata.

Tak kurang ada 10 media diundang untuk mendengarkan 9 lagu yang akan dijadikan dasar dari album perdana Ryo tersebut.

Usai mendengarkan lagu per lagu, wartawan dan para kolega termasuk didalamnya promotor kondang Harry ‘Koko” Santoso dari Deteksi Production yang sengaja  diundang untuk diminta memberi saran dan masukan.

” Dari semua lagu sebetulnya sudah variatif, cuma dalam pembuatan lagu juga harus dipikirkan bagaimana kemasannya disaat off air nanti. Sebab di Indonesia ini belum punya tempat yang bener-bener khusus buat konser musik adi secara akustik belum memadai.” jelas Harry Koko dari Deteksi Production.

Lebih lanjut menurut penilaian Harry Koko , proses hearing ini merupakan bagian dari betapa terbukanya Ryo dan Harry atas masukan dari luar.

“Mereka berdua terutama Ryo memang sudah benar benar memangkas ego bermusiknya. Sehingga ia dengan tangan terbuka menerima kritik dan masukan dari orang lain, demi suksesnya album perdanyanya ini,” lanjutnya.

Sementara Harry Budiman menyampaikan terima kasih atas berbagai masukannya, baik yang dari wartawan maupun yang dari koleganya.

“Terima kasih atas semua masukan buat kami. Masukan yang konstruktif tentu akan kami jadikan sebagai dasar pertimbangan dalam merampungkan penggarapan album tersebut. Agar lagu demi lagu menjadi makin sempurna dan diharapkan bisa memenuhi selera masyarakat ” jelas Harry Budiman.

Jika harus jujur saya berpendapat, secara lagu sudah sudah cukup kaya akan warna, atau sudah cukup variatif. Namun dalam hal finalisasinya memang masih perlu polesan disana sini.

Tentang Ryo Domara

Ryo Domara sebetulnya bukan orang baru dijagad musik Indonesia. Sebelumnya ia pernah tergabung dalam proyek Erwin Gutawa Rockestra. Ia melantunkan dua lagu yaitu ‘Hilangnya Seorang Gadis’ dan ‘Berperang Dengan Hati’.

Selain itu ia juga pernah bareng dengan Eros Sheila On 7 menyanyikan lagu ‘Terbakar Mentari’ yang merupkan OST film “Garuda Di Dadaku’. Jejak rekam di dunia musik lainnya, ia juga pernah menjadi backing vocal di album Iwan Fals 50-50, pada lagu ‘Masih Bisa Cinta’.

Kemudian 4 kali menjadi Best Vocal dalam ajang Festival Rock, dan pernah juga tergabung dengan Tohpati Rock bnad, yang membawakan semua lagu Tohpati yang dibaut dalam versi Rock, dan merilis Sole Religi pada 2016 lalu.

Terakhir Ryo juga tercatat sebagai salah satu kepala sekolah di sebuah sekolah musik. Ia juga sebagai seorang composer, music director, dan vocal director. Sukses ya Ryo! /Irish

No More Posts Available.

No more pages to load.