Syifa Mahirah Rilis Single Perdana “Jerih Penat”

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Inonesia seolah tak pernah kering dari talenta-talenta muda musik. Terbaru Syifa Mahirah, penyanyi muda berusia 23 tahun, resmi memperkenalkan diri lewat single perdana yang berjudul “Jerih Penat”

Karya debut ini bukan sekadar upaya mengikuti tren pasar, melainkan sebuah pengakuan jujur dan dedikasi mendalam yang lahir dari rahim ketulusan seorang anak kepada orang tuanya.

Lahir di Makassar pada 28 November 2002, Syifa menulis dan mengomposisikan sendiri seluruh materi dalam lagu ini. “Jerih Penat” tercipta sebagai bentuk apresiasi kepada sang ibu yang telah berjuang keras demi keluarga.

Melalui lirik yang emosional, Syifa mencoba memotret sisi lain dari sebuah pengorbanan yang sering kali luput dari kata-kata, namun terasa nyata dalam keseharian.

“Lagu ini adalah cara saya berkata bahwa saya melihat perjuangan itu. Saya mengerti, dan kamu tidak harus memikul semuanya sendirian. Rehatlah sejenak, sambutlah bahagia, tak perlu merasa kau sendiri,” ujar Syifa Mahirah dalam keterangannya, Rabu, 11 Maret.

 

Secara musikal, “Jerih Penat” dibalut dengan aransemen yang hangat dan minimalis. Tidak ada ornamen musik yang berlebihan—membiarkan vokal Syifa yang jernih menjadi pemandu emosi bagi pendengarnya.

Pengulangan lirik “rehatlah sejenak” di bagian chorus terdengar layaknya sebuah doa atau pesan peneduh di tengah dunia yang hari ini begitu memuja produktivitas tanpa henti.

Meski berangkat dari pengalaman personal bersama sang ibu, pesan dalam lagu ini terasa universal. Liriknya mampu merepresentasikan siapa saja yang tengah berjuang atas nama cinta, mulai dari seorang ayah yang berangkat sebelum fajar hingga pasangan yang bekerja keras demi masa depan buah hati mereka.

Syifa memposisikan lagu ini sebagai kawan bagi mereka yang kerap melawan lelah dalam sunyi.

Latar belakang Syifa sendiri terbilang unik. Meski telah mengenal musik sejak balita dan mahir memainkan beberapa instrumen musik, ia sempat menempuh pendidikan di jurusan Teknik Sipil.

Dunia teknik yang identik dengan struktur kaku dan presisi ternyata tidak mematikan sisi artistiknya. Sebaliknya, kedisiplinan tersebut ia bawa ke dalam proses kreatif bermusik, menjadikannya musisi yang dikenal perfeksionis dalam setiap detail karyanya.

Kini, “Jerih Penat” sudah bisa dinikmati di berbagai platform streaming digital. Kehadiran Syifa Mahirah melalui lagu ini seolah menjadi pengingat bagi para pendengar bahwa berhenti sejenak untuk mengambil napas bukanlah tanda menyerah, melainkan bagian dari perjalanan panjang menghargai diri sendiri./Eds. Foto: Istimewa.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.