Tak Mudah Mengulang Sukses Film Karya Sutradara Dan Penulis Novel Yang Sama

by -2,840 views

JAKARTA, Voicemagz.com – Tak mudah menjadikan novel sukses ke dalam sebuah film, apalagi novel berkategori best seller. Film Dilan 1990 adalah salah satu contoh novel yang sukses saat menjadi sebuah film. Hingga minggu kedua penayangannya, jumlah penonton sudah tembus lebih dari tiga juta.

Inilah tantangan sutradara Indra Gunawan yang sukses memfilmkan novel karya Erisca Febriani, ‘Dear Nathan’ saat memfilmkan novel kedua Erisca berujudul ‘Serendipty’.

‘Serendipity’ sendiri kurang lebih artinya berkah baik, atau mendapatkan sesuatu yang bernilai. Tentunya dalam film, berkah itu bisa kekasih atau pacar yang tidak pernah disangka kehadirannya. Novel ‘Serendipity’ juga bercerita tentang kebetulan dan berkah baik ini. Namun sisi dramatis relasi cinta menjadi bagian menarik dan sangat menyentuh.

“Film ‘Serendipity’ tidak hanya cerita cinta remaja. Tapi cerita masa lalu keluarga menjadi drama yang sangat menyentuh. Drama dan romantisme cinta tokoh-tokoh di sini lebih lengkap,” jelas Indra Gunawan.

Virgo Putra Films menyebut, sampai cetakan ketiga, novel ‘Serendipity’ sudah terjual 40 ribu eksemplar. Dan pihak penerbit juga sepakat akan memproduksi ulang cetakan cetakan keempat untuk menyambut rilis filmnya.

Penggemar novel ‘Serendipity’, menurut Indra juga tak kalah militan. Itu sebabnya, ia optimis film garapannya kali ini akan direspons positif. Di media sosial, rencana rilis film maupun cetakan ulang novel juga ditunggu penggemar. Mereka bahkan tidak sabar. Sepeti yang ditulis @hikmatul_razila:  Alhamdulillah… Jadi ga sabaran lihat keras dan arogannya Arkan.

‘Serendipity’ diperani tiga remaja yang memiliki basis penggemar cukup besar. Mereka adalah Maxime Boutier, Mawar Eva de Jongh, Kenny Austin. Di film ini ketiganya memerankan karakter-karakter unik untuk peran anak sekolah. Film ini juga dibintangi Nadira Octova, Naomi Paulinda, Gunawan, Dian Nitami, Marissa Nasution.

Bagi Indra, film ini kembali menjadi tantangan tersendiri dalam karier penyutradaraannya. Indra kembali menyutradarai novel laris dengan penggemar fanatik. Banyak dari pembaca novel berharap, karya filmnya lebih dramatis dan romantis.

Film ‘Serendipity’ juga menandai kembalinya rumah produksi Virgo Putra Films. Terakhir, Virgo memperoduksi film pada 2008 yakni ‘Realita, Cinta dan Rock’n Roll’. Film ini menjadi film ke-72 dari Virgo Films setelah lama vakum berproduksi.

“Serendipity ini jadi tantangan buat Virgo untuk kembali dan memproduksi film-film untuk penonton anak muda dan keluarga. Dan Indra (Gunawan) sangat paham film untuk penonton anak muda ini,” jelas sang produser, Ferry Angriawan.

Menandai siap dirilisnya film ini, Virgo Putra Films juga merilis trailer dan poster resmi filmnya pada Minggu, 4 Februari 2018. Trailer dan poster film ini memperlihatkan romantisme ketiga tokohnya, Arkan, Gibran dan Rani. Dari melalui relasi cinta mereka-lah cerita ‘Serendipity’ bergulir. Hubungan ketiganya juga makin rumit setelah keterlibatan orangtua mereka.

Banyak twist-twist menarik yang mesti ditunggu penonton. Adegan-adegan romantis yang menghanyutkan. Juga ending cerita yang tak terduga. Pembaca novel kemungkinan sudah tahu arah cerita. Namun Indra tak sepenuhnya mengadaptasi seluruh isi novel menjadi cerita film.

Ada beberapa bagian yang dibuat lebih dramatis, dan ada sisipan twist cerita untuk lebih memahami konflik tiga anak muda: Arkan, Gibran dan Rani. Dan tag line film ini: “Masih ada namaku di dalam hatinya” juga makin mempertegas arah cerita film.

Bagi yang penasaran trailer film ini, dapat melihatnya di: https://www.youtube.com/watch?v=4mEg2c9ArkM&t=5s (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.