Tampil Di Perayaan Tahun Baru, Kebangkitan Musik Melayu Semakin Benderang

by -3,604 views

JAKARTA, Voicemagz.com – Kelompok musik Melayu, Seroja Accoustic Band sukses menghibur warga Jakarta lewat pagelaran musik Melayu di panggung utama Bundaran HI, Jakarta Pusat saat perayaan pergantian Tahun Baru 2018.

Band yang digawangi musisi dan penyanyi Melayu kawakan Butong Olala, Tom Salmin, Darmansyah dan kawan-kawan ini mampu membuat malam pergantian tahun kali ini menjadi semarak namun penuh dengan nuansa budaya.

“Alhamdullilah..pagelaran berjalan sukses dan lancar. Dengan terpilihnya Anies Baswedan menjadi Gubernur DKI, budaya Indonesia mendapat tempat untuk tampil ke permukaan. Kreatifitas seniman pun semakin berkembang,” ujar Geisz Chalifah, promotor dan inisiator Jakarta Melayu Festival (JMF), Minggu (31/12).

Ia melihat momentum perayaan malam tahun baru kali ini menjadi penting dengan keberadaan pagelaran ini, serta menjadikan perjuangan mengangkat derajat musik Melayu semakin bergulir.

Grup band melayu yang tak pernah absen mengisi JMF selama tujuh tahun, dan setiap Selasa malam tampil di Al Jazeera Signature ini pun dikatakan Geisz, sangat mengapresiasi kehadiran Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan bersama warga Jakarta berbagi kebahagiaan dengan irama musik yang terjaga artistika, estetika, dan etikanya ini.

“Ini juga akan menjadi momentum bangkitnya budaya bangsa. Jakarta sebagai ibukota akan memberi warna kepada seluruh daerah di Indonesia,” ucapnya.

Keputusan menghadirkan musik Melayu di tengah serbuan musik Rap, R&B, K-Pop, Rock, dan genre lainnya, menurut Geisz patut diapresiasi.

Dengan kepercayaan pemerintah DKI Jakarta lewat komitmen mengangkat kembali genre Melayu, musik Melayu akan semakin berjaya dan benderang di negeri sendiri.

“Agar musik warisan leluhur kita dalam lingkup budaya Melayu-Nusantara mendapatkan lagi pentasnya di event-event nasional dan internasional. Selama ini, kita, termasuk Pak Anies, berjuang untuk itu,” ujarnya.

Untuk diketahui, kehadiran musik Melayu di Panggung Utama Bundaran HI kali ini punya keterkaitan historis yang tak disengaja. Pada masanya, di Ramayana Ball Room Hotel Indonesia, dendang lagu Melayu ternyata selalu disajikan guna menghibur para pecinta lagu Melayu. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.