JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Rian D’Masiv menyebut lagu-lagu hits dari awal karier bersama bandnya mereka di industri musik jadi penyumbang terbesar dari segi finansial.
Vokalis 38 tahun itu mengatakan, dari banyak lagu, “Cinta Ini Membunuhku” yang berasal dari album debut “Perubahan” (2008) merupakan penyumbang pundi-pundi terbesar bagi seluruh personel.
“Pastinya ‘Cinta Ini Membunuhku’. Itu lagu yang breakthrough,” kata Rian saat ditemui di Antasari, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Oktober.
Rian mengatakan, lagu tersebut diinspirasi dari rasa sakit yang pernah didapatnya dari seseorang. Namun, kisah kurang menyenangkan itu justru menjadi berkat yang begitu besar.
“Lagu itu berawal dari kesakitan gua saat disakiti oleh seseorang, tapi ternyata bersyukur banget, maksudnya, ternyata disakiti orang itu ternyata ada hikmahnya,” katanya lagi.
Rian juga punya kisah menarik, di mana setelah kesuksesan yang diraih bersama D’Masiv, banyak orang yang mendatanginya untuk meminta maaf.
Sebelum dikenal publik, Rian mengatakan, ia dan keluarganya hidup dengan sangat sederhana di sebuah kontrakan di kawasan Ciledug. “Memang secara ekonomi sangat memprihatinkan,” katanya.
Namun saat itu, Rian sudah punya cita-cita besar untuk menjadi sukses sebagai musisi. Harapan tersebut juga kerap diutarakan kepada orang-orang di kawasan tempat tinggalnya.
Hingga akhirnya D’Masiv meraih sukses, banyak orang-orang yang dulu mengenal Rian, datang meminta maaf, karena pernah menyepelekan apa yang dicita-citakan.
“Ada satu momen setelah puluhan tahun, teman gua tuh datang hanya untuk minta maaf,” tuturnya. “Dulu tuh ternyata gua sering ngomong, ‘Entar rumah gua di Pondok Indah, nanti gua bakal keliling Indonesia, gua bakal keliling dunia, entar album gua bakal meledak.’ Jadi, waktu gua ngomong gitu, mereka anggap gua halu.”
Oleh karenanya, bagi Rian, lagu “Cinta Ini Membunuhku” bukan hanya sekedar penyumbang pundi-pundi, melainkan bukti untuk tidak takut memiliki mimpi besar.
“Gua selalu bilang ke teman-teman bahwa jangan pernah mengecilkan mimpi lu, apalagi mimpi itu gratis,” tandasnya./Eds.








