JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Band psychedelic rock asal Wonosari, The Melting Minds, dipastikan masuk dalam jajaran lineup Jam Jam Asia 2026 yang akan digelar di Taipei, Taiwan.
Keberhasilan ini menjadi pembuktian bahwa karya musisi daerah mampu menembus batas negara dan bersanding dengan nama-nama lain di kancah global.
Di panggung Jam Jam Asia 2026 nanti, band yang dikenal dengan eksplorasi distorsi dan eksperimentalnya ini bakal berbagi panggung dengan deretan musisi dan grup Asia, seperti Hyukoh dari Korea Selatan, hingga Atarashii Gakko dari Jepang.
Melalui akun Instagram resminya, The Melting Minds pun membagikan rasa haru sekaligus antusiasme mereka atas pencapaian luar biasa ini. Musik yang awalnya mereka racik di ruang sempit, siap bergema hingga ke panggung internasional.
“Dari lahan kering selatan Wonosari, sinyal kecil melintasi lautan yang jauh. Agustus ini, kami akan ambil bagian dalam JAM JAM Asia 2026 di Taipei bersama seniman dari seluruh benua,” ujar The Melting Minds, mengutip keterangan unggahan, Kamis, 18 Juni.
“Apa yang bermula dari kebisingan di dalam sebuah ruangan kecil entah bagaimana menyebar melintasi perbatasan, bahasa, dan lautan. Apa yang bermula dari pikiran yang gelisah menjadi sinyal tersendiri, berpindah dari satu tempat ke tempat lain, mengumpulkan cerita, perjumpaan, dan gaung di sepanjang perjalanan. Sinyal mencapai cakrawala pertama. Sampai jumpa di Taipei,” sambungnya.
Selain The Melting Minds, representasi Indonesia di ajang Jam Jam Asia 2026 juga semakin solid dengan kehadiran Voice of Baceprot (VoB), trio metal asal Garut yang sebelumnya telah sukses mengguncang panggung Glastonbury.
Kehadiran kedua delegasi ini semakin menegaskan posisi penting musisi Indonesia dalam peta musik Asia saat ini.
Festival Jam Jam Asia sendiri dikenal sebagai salah satu wadah terbesar yang mempertemukan talenta-talenta musik lintas genre terbaik dari berbagai negara di Asia.
Perhelatan yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang, diharapkan menjadi batu loncatan yang lebih besar bagi musisi Tanah Air untuk memperluas jaringan di pasar musik global./Eds. Foto: Istimewa.






