Andien Tujukkan Eksistensinya dengan Merilis Single Baru “Manusia Favorit”

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com –  Solois wanita Indonesia,  Andien kembali menunjukkan eksistensinya di jagad musik Indonesia dengan merilis karya terbarunya yang berjudul Manusia Favorit.

Dalam proyek kali ini, Andien menggandeng produser sekaligus pencipta lagu bertangan dingin, Lafa Pratomo, untuk memberikan dimensi musik yang lebih segar dan atmosferik.

Adapun “Manusia Favorit” merupakan bagian dari rangkaian album ke-9 Andien yang tengah dipersiapkan secara matang.

Melalui lagu ini, Andien mencoba mengeksplorasi sisi personal mengenai kehadiran sosok-sosok berarti dalam hidup, yang ia terjemahkan ke dalam balutan genre dreamy folk.

Kolaborasi perdana dengan Lafa Pratomo ini pun diakui Andien memberikan warna baru yang sangat organik dalam diskografinya.

Andien mengatakan, visi artistik lagu ini adalah untuk menciptakan ruang tenang bagi para pendengar di tengah riuhnya keseharian. Ia ingin lagu ini berfungsi layaknya penyejuk hati yang mampu membawa memori pendengar pada momen-momen sederhana namun mendalam bersama orang terkasih.

“Waktu membuat lagu ini, aku membayangkan sebuah lagu yang terasa teduh, nyaman, dan ‘nyess’ ketika didengar, kayak disiram air segar yang bikin hati ikut terasa adem,” kata Andien dalam keterangannya, Senin, 9 Maret.

Proses kreatif di balik layar pun berlangsung cukup cepat. Andien merasa memiliki frekuensi yang sama dengan Lafa Pratomo, sehingga eksekusi musiknya terasa sangat mengalir. Lafa dianggap mampu menangkap emosi mentah dan mengemasnya menjadi aransemen yang reflektif.

Bagi penyanyi bernama lengkap Andini Aisyah Haryadi itu, “Manusia Favorit” bukan lagi sekadar representasi pribadinya, melainkan sebuah ruang bagi publik untuk memaknai sosok favorit mereka masing-masing.

“Begitu lagu ‘Manusia Favorit’ sampai ke audiens, lagu ini jadi milik mereka. ‘Manusia Favorit’ bisa jadi sangat personal, setiap orang pasti punya sosok manusia favoritnya masing-masing,” tambah Andien.

Tidak hanya dari sisi audio, Andien juga memberikan perhatian khusus pada visualisasi lagu ini. Ia bekerjasama dengan Niamo Studio dan sutradara Gilbert March untuk menggarap video musik dengan pendekatan static framing. Teknik ini sengaja dipilih untuk menonjolkan kesan intim, di mana kamera tetap diam sementara pergerakan Andien di ruang kosong menjadi fokus utama.

Langkah ini sejalan dengan konsistensi Andien di industri musik Indonesia sejak debutnya di tahun 2000 melalui album “Bisikan Hati”. Sebagai musisi yang telah memenangkan berbagai penghargaan, Andien terus membuktikan relevansinya dengan beradaptasi pada tren musik terkini tanpa kehilangan karakteristiknya,/Eds.

No More Posts Available.

No more pages to load.