Brian May Berminat Bikin Konser Hologram

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Brian May, mengaku sangat tertarik dengan gagasan untuk menyelenggarakan pertunjukan hologram yang menampilkan formasi utuh Queen.

Gitaris Queen yang saat ini aktif tampil bersama Roger Taylor (drum) dan Adam Lambert (vokal), mengakui bahwa ide untuk menghadirkan kembali seluruh anggota—termasuk mendiang Freddie Mercury dan John Deacon—dalam wujud virtual adalah sesuatu yang sangat menarik.

May menjelaskan, saat ini ada peluang baru yang melampaui musik dan teknologi imersif. Ia menjadikan tempat pertunjukan seperti The Sphere di Las Vegas sebagai contoh. Menurutnya, dengan kemajuan tersebut, para penggemar akan dapat merasakan pengalaman yang sangat dekat dengan momen saat Queen tampil bersama May, Roger, Freddie, dan John.

“Freddie masih hidup melalui musik yang kita dengarkan sepanjang waktu. Dalam artian, John juga masih bersama kita dengan cara yang sama. Namun, kini kita memiliki begitu banyak peluang lain,” kata May dalam wawancara terbaru dengan Big Issue.

“Maksud saya, hal-hal yang bersifat imersif, seperti The Sphere di Las Vegas, akan memungkinkan untuk memberikan pengalaman yang sangat dekat kepada orang-orang seperti apa rasanya bagi kami ketika kami adalah Freddie, John, Brian, dan Roger,” tambahnya. “Dan itu benar-benar menarik bagi saya.”

May mengatakan, ia telah lama menggunakan teknologi untuk melibatkan Freddie dalam pertunjukan Queen saat ini, khususnya saat membawakan lagu “Love of My Life”, dimana mendiang muncul di akhir melalui video.

Ia percaya bahwa konsep ini masih bisa dikembangkan jauh lebih besar lagi. Mengenai format pertunjukan hologram yang mungkin, May menekankan bahwa ini bukan sekadar memutar rekaman lama.

“Itu tidak hanya akan memutar rekaman lama atau semacamnya. Itu akan menciptakan Queen seolah-olah kami menciptakannya hari ini,” katanya. “Saya sangat tertarik dengan gagasan bahwa kami bisa menjadi Queen yang orisinal lagi.”

Kontras dengan antusiasme May, Roger Taylor terlihat kurang setuju dengan gagasan tersebut. Meskipun ia mengaku bersenang-senang dan menikmati pertunjukan ABBA Voyage—sebuah konser yang menampilkan versi hologram dari grup asal Swedia itu—Taylor tidak sepenuhnya yakin dengan kualitas tampilannya. Namun, ia menyadari bahwa teknologi telah jauh lebih maju sejak pertunjukan ABBA pertama kali digelar pada 2022.

“Saya tidak menganggap proyeksi sebenarnya begitu meyakinkan. Saya yakin teknologi saat ini sudah jauh lebih maju sejak pertunjukan ABBA dimulai, saya rasa lebih banyak hal dapat dilakukan,” ujar Taylor.

Adapun, ide comeback virtual ini sendiri didorong oleh proses retrospeksi yang dilakukan May saat menggarap ulang katalog lama Queen.

“Itu hanyalah salah satu ide di kepala saya, dan saya kira hal ini dipicu oleh pengerjaan rilis ulang, karena kami telah merekonstruksi sepenuhnya Queen I, dan kami sedang mengerjakan Queen II,” tutur May.

“Ini hampir siap untuk dirilis ulang, dan sungguh menyenangkan untuk merasakan kembali kegembiraan berkreasi yang kami miliki pada masa itu. Itu sangat kompleks. Queen II lebih kompleks daripada Bohemian Rhapsody,” imbuhnya.

Menariknya, gagasan sang gitaris menandai perubahan sikap. Sebelumnya, ia sempat menyatakan, tidak menginginkan versi hologram Queen sebelum semua anggota asli band tersebut tiada./Ib.

No More Posts Available.

No more pages to load.