Geramnya Pongki Barata dan Sophie Navita Dengan Susu Formula Di hari Ibu

by -2,663 views

pongki 1 Sophie Navita (personil band The Dance Company/isteri vokalis band Jikustik awal 2000-an Pongky Barata) mendapat kado spesial dari sang suami dan juga dari anaknya tercinta. “Tadi pagi saya dapat kado dari suami dan anak-anak saya. Saya sedikit kaget juga, happy,” ucapnya ketika dijumpai voicemagz bersama suaminya sedang mengisi dialog interaktif peluncuran buku “BreastFriends InspirASI 22 Ibu Menyusui” persembahan AIMI di Pusat Kebudayaan Amerika Serikat @america, Pacific Place, Jakarta Selatan, Minggu, (22/12/2013).

Buku yang menceritakan perjalanan para pendiri AIMI selama enam tahun memberikan advokasi tentang manfaat ASI untuk kesehatan dan kebaikan bayi. Sebagai Kaum perempuan menyambut hari Ibu, Sophie “Bagi saya adalah empowering of woman. lebih luas lagi daripada hari ibu yakni mother’s day international,” maunya Sophie.

Menjadi ibu baginya telah menemukan jati diri sendiri sesungguhnya “Menjadi seorang ibu kita bisa menemukan jati diri kita dan selalu tetap berfungsi sebagai ibu sebagai seorang stri, itu sesuatu yang sangat berharga dalam kehidupan,” katanya. Lebih jauh lagi Sophie mengungkapkan bahwa, “Menjadi seorang ibu itu lebih banyak sukanya ketimbang dukanya” ujar Sophie.

Mengenai ASI, hingga ia duduk dibangku kuliah Sophie mengaku belum tau arti pentingnya ASI, “Masa kuliah atau lebih tepatnya juga belum kenal Pongki, saat hamil sering berbincang dengan dokter spesialis anak dan aktivis ASI bertemu dr. Utami Roesli. Yang awalnya saya tidak begitu peduli , ketemu dokter (sambil menunjuk dokter Utami) mengatakan kepada saya tentang arti pentingnya ASI. Tapi begitu saya mengandung anak pertama kemudian saya begitu peduli dan dialah dokter pertama yang saya telpon untuk mengetahui lebih dalam mengenai ASI,” ungkap Sophie.

pongki saphinovita Belajar dari kedua orang tuamya yang telah menurunkan kepada diriya, bagaimana seharusnya memperlakukan anak-anaknya, mendidik membesarkan anaknya hingga kelak mandiri seperti ibu dan bapaknya? Menurutnya mendidik anak prioritas kepada anak yang paling tua. “Yang paling besar 10 tahun, jadi mulai belajar bagaimana seharusnya memberikan dia kesempatan untuk menganalisa serta cara berpikirnya untuk dirinya sendiri,” tambahnya. Pongki pun teringat saat lahir bayi pertama, “Saya lah bapaknya yang pertamakali menggendongnya dan membersihkan yang keluar hitam-hitam kotoranya waktu itu” bangga Pongki.

Ketika dengan sepontan ditanya lebih lanjut oleh Soleh Solikun (Pemandu Dialog Interaktif), “saat bayinya sudah besar Pongki juga yang membersihkan …”? “Ha ha ha … saya kan tetap bapaknya” jawabnya ngeles. “Ketika saya lahir masih bayi mengaku diberi ASI oleh ibunya. “Ibu saya yang beritahu kalau saya saat bayi diberi ASI dan lihatlah saya yang sekarang,” ujarnya sambil tertawa.

Kini Pongki bersama isteri tercintanya merasa betapa pentingnya kehadiran sebuah kelompok pendukung bagi ibu menyusui. Cerita kegagalan dan kurangnya informasi soal menyusui itu membuat mereka bermimpi agar para ibu menyusui tidak melewati jalan yang sama. Karena ibu sebagai ‘malaikat’ layak untuk dijaga saat menunaikan tugas mulianya, menyusui bayinya. Berdua sepakat mendukung program Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) yaitu diberikannya ASI eksklusif enam bulan pertama atau lebih kepada bayi sekaligus menolak susu formula.

“Awalnya saya memang awam mengenai asupan nutrisi yang baik untuk bayi. Saat saya mengetahui manfaat ASI, lalu saya langsung punya pemikiran bahwa susu formula tidak rekomended,” ujar Pongky. Baginya, ASI tidak akan tergantikan oleh susu formula apapun yang sejatinya bukan berasal dari manusia melainkan hewan. ASI itu adalah asupan terbaik bagi balita mengalahkan susu formula manapun.

Saya dan isteri saya heran ada iklan seorang ibu sedang menyusui bayinya, dengan keterangan meyakinkan bagia siapapun yang melihat iklan tersebut dengan menggambarkan bahwa balita nila meminum susu tersebut bisa cerdas hanya kerena susu buatan bukan ASI (sambil geleng-geleng kepala). Saya curiga ada kesalahpahaman yang dibangun oleh iklan yang beredar di media masa. Seolah susu formula itu lebih penting dan mencerdaskan daripada ASI, dengan meyakinkan para ibu mencantumkan keterangan mengandung DHA atau zat tambahan lain.” tegasnya geram . Tex/Foto: Yul Adriansyah

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.