Hata Arysatya Sabet Juara 1 TAMA Groove Session 2017

by -4,170 views
?
?

Jakarta, Voicemagz.com-Sejak resmi digulirkan secara resmi pada 15 Juni  dan ditutup pada 15 Agustus 2017 lalu, kopetisi bermain drum secara online   bertajuk  “TAMA Groove Session Indonesia 2017”  yang diselenggarakan oleh PT. Mahkota Musik Inonesia (MMI) ini,   kini  telah melahirkan juara.

Yang menarik meskipun event tersebut digelar secara open category, namun   para juaranya adalah talenta muda yang memiliki bakat luar bisa. Bahkan salah satu juaranya adalah drummer wanita  belia yang baru duduk di kelas 2 SMP.

Hal tersebut diatas membuktikan bahwa permainan “pukul bedug Inggris” tersebut sangat diminati oleh kalangan anak-anak remaja. Sehingga regenerasinya akan sangat baik dan kompetitif, karena meskipun usianya masih sangat muda namun skill dan powernya cukup umpuni.

Dalam kompetisi yang digelar selama kurang lebih 2 bulan tersebut telah menobatkan pemuda asal kota Lamongan, Jawa Tiur bernama Hata Arysatya tampil sebagai juara pertama.

Berdasarkan penilaian para juri yang terdiri dari Dirk Verbeureun (Megadeth), Noriaki Kumagai (ex Casiopea), dan Anika Niles (musisi Independen) Hata menjadi yang terbaik dan mampu mengalahkan ratusan kontestan yang turut mengambil bagian dalam ajang tersebut.

Lihat Videonya disini: https://youtu.be/G-mgui-OZI0

Sebagai juara pertama, Hata berhak mendapatkan satu set drum TAMA Star Classic Maple Made in Japan, seharga tak kurang dari 40 Juta rupiah. Sungguh hadiah yang sangat prestisius. Selain itu ia juga endapat kehormatan untuk mengunjungi pabrik drum Tama di Guangzhou, Cina dan perform di Sanghai Music Masse 2017 bersama juara 1 TAMA Groove Session  dari China.

Pada awalnya Hata mengaku tak yakin akan tampil sebagai juara pertama, namun demikian ia tetap mencoba untuk ikut kopetisi ini, meskipun pengiriman videonya agak terlambat.

“ Awalnya saya iseng-iseng aja coba ikutan, eh ternyata saya keluar sebagai juara 1, menurut saya seperti mipi dalam mimpi, tetapi ini menjadi kenyataan, apalagi jurinya drummer Megadeth”, ujar Hata saat preskon di Chick Musik Jakarta (16/10).

Hata memang sudah menyukai instruen dru sejak kecil, meskipun demikian ia baru bisa mewujudkan bermain drum sebenarnya saat duduk di kelas 1 SMP.

Saya dari kecil memang pinginnya pilih main drum,  kalau main gitar susah, pertama jarinya sakit. Kalau drum enak tinggal pukul-pukul aja sampai brisik. Malah sebelum punya drum saya suka pukul-pukul piring segala, pernah suatu ketika saya dapet surat dari RT sebanyak 2 kali karena bikin brisik tetangga”, tambah Hata ketika mengenang masa kecil.

?

Tampil sebagai juara kedua adalah anak muda asal kota Semarang yang sering menjjadi langganan juara kompetisi drum di kotanya  yaitu Sheva Albani. Atas raihannya sebgai juara 2 tersebut, maka  Sheva  berhak mendapatkan hadiah berupa snare drum TAMA DMP 1465MVM.

Kemudian juara 3 diraih oleh drummer wanita belia  asal kota bandung yaitu Kalonica. Dalam ajang tersebut Kalonica  menjadi satu-satunya drummer wanita yang sanggup menembus 10 besar, dan akhirnya mampu menyabet juara 3.

Dalam kesempatan yang sama, Kalonica juga mengaku tidak yakin bakal meraih juara 3, engingat pesertanya tak dibatasi usia, gender, dan lain lain.

“ Awalnya saya nggak yakin bisa juara 3, sebab kompetisi ini bersifat open category, jadi saya beranggapan secara power, skill dan lain lain peserta pria akan lebih unggu, tetapi saya bersyukur ternate mampu menjadi juara 3”, jelas Kalonica.

Meskipun baru diselenggarakan pertama kali, namun TAMA Grove Session 2017 ini cukup  menyita perhatian anyak drummer di Indonesia. Hal itu juga dikemukakan oleh Patricia Dharmawan (GM Sales and Marketing PT. MMI).

“Kami merasa senang telah bisa menyelesaikan kopetisi TAMA Groove Session 2017 ini, tidak hanya karena acara ini dianggap yang paling prestisius untuk kompetisi instrument di Indonesia pada saat ini, tetapi juga bisa membantu melahirkan talenta talenta muda atau drummer-drummer muda sebagai regenerasi musik  di Indonesia”, jelas Patricia.

Ajang kompetisi instrument musik yang digelar olehPT.  MMI ini patut diapresiasi. Setelah berhasil menggelar Flying With Ibanez,  Ibanez Flying Finger untuk instrument Gitar, serta TAMA Groove Session 2017, untuk instrument drum, semoga PT. MMI dikemudian hari bisa menambah dengan kompetisi instrument bass, keyboard, saxophone dan lain-lain./Irish

 

 

No More Posts Available.

No more pages to load.