Kisah Sukses Maya NK Bisnis Bakso Rumahan Justru Di Saat Pandemi

by -403 views

Jakarta, Voicemagz.com- Masa Pandemi Civid-19 yang tak kunjung berkesudahan bagi sebagaian kalangan masyarakat menimbulkan rasa frustasi. Namun jika disikapi dengan positif justru bisa membangkitkan kreatifitas yang bisa menghasilkan pemasukan buat keluarga.

Hal ini dilakukan oleh Maya Nurkhasanah, ibu rumah tangga yang kesehariannya menjadi Admin di Klinik pengobatan syaraf kejepit Kiki Hendrawan ini menyikapainya dengan membuat Bakso hygenis tanpa pengawet yang enak dan lezat.

Usaha ini bermula ketika merayakan lebaran dalam suasana Pandemi Covid-19. Semula Maya hanya iseng saja membuat baso daging sapi dan daging ayam, dengan pemikiran siapa tahu nanti ada keluarga yang dateng bersilaturahmi lebaran. Seandainya tidak ada ya buat makan sekeluarga, karena basonya memang enak dan hygenis dan tanpa pengawet apapun.

Tanpa diduga, adik dari maya dan suaminya ternyata sehari menjelang Iedul Fitri 1441 menelfonnya, mereka bilang  hendak bersholad Ied di rumah Maya, karena masjid disekitarnya tidak melaksanakan sholad Ied karena PSBB yang dilakukan pemerintah setempat.

Usai sholat Ied lalu 3 keluarga tersebut rame rame menyantap bakso yang dibuat oleh Maya, Hemmm.., dari gigitan pertama alhasil sudah merasa kelezatan dari baso tersebut. lalu muncul pujian dari keluarga adik-adiknya kalau baksonya sangat enak dan empuk.

” Wah.., baksonya enak banget, empuk lagin kok bisa bikin bakso kayak gini, kursus dimana?,” tanya, Giarti yang merupakan adik kandung dari Maya, yang langsung di iyakan oleh semua yang ikut makan bakso waktu itu.

Pertanyaan dari tari Tari adiknya tadi langsung dijawab oleh Maya, ” Ini awalnya coba coba aja, siapa tau bisa, eh ternyata bisa, emang Enak ya?.” ujar Maya berbalik tanya.

” Ini enak banget, coba bikin lagi buat dijual mbak, pasti ada yang mau, apalagi sudah tau rasanya, lumayan buat bisnis baru di situasi corona kayak gini, nanti aku bantu julin deh,” Tambah Giarti seraya memberi saran kepada sang kakak.

Saran dari sang adik rupanya masih tersimpan di ingatan Maya, selang 3 Minggu setelah lebaran, maya pun mencoba membuat bakso lagi, selain untuk dimakan keluarga, ia juga mencoba untuk dijual. Kemudian ia menhubungi sang adik kalau dirinya sudah buat bakso lagi. Lalu adiknyapun datang mengambil beberapa bungkus untuk ditawarkan kepada teman-temannya. Alhasil bakso yang dibawanya ludes, habis dalam hitungan jam saja.

Pujian dari pembelipun datang, sehingga Maya merasa percaya diri untuk memulai bisnis bakso ini mekipun belum memiliki merek.  Ia mencoba menawarkan kepada teman-temannya, lalu mereka pun mencoba membelinya. Hasilnya  lumayan, pesanan dari teman-teman samapi sekarang tak  henti-henti.

Seiring perjalanan waktu, banyak teman dan langganan yang ingin mengajak bekerjasama untuk membuka bakso siap saji. Namun karena keterbatasan waktu, Maya pun belum bisa  menyanggupi permintaan itu. karena Maya memang merasa baru memiliki kebisaan membuat baksonya saja. Belum dengan kuah dan aksesories siap sajinya. Sehingga sampai saat ini Maya hanya menjual baksonya saja alias tanpa kuah dan kelengkapanya.

Setelah sukses membuat bakso sapi, Maya lalu mengembangkan varian lain, agar lebih bervariasi. Sekarang ia  melengkapinya dengan membuat bakso sapi, bakso ayam dan bakso tahu. Kemudian  ia juga sudah mulai berfikir untuk membuat merek dagang, lalu  ia menamainya “Immev Food”. Dibawahnya tinggal dinamakan sesuai produksinya yaitu bakso sapi, bakso ayam dan bakso tahu.

Untuk bakso sapi,  maya membandrolnyaseharga  Rp. 45.000,-/pak  isi 50 butir bakso. Untuk bakso ayam Rp.40.000,-/pak isi 50 bakso. Sedang untuk bakso tahu, ia menjual dengan harga Rp. 20.000n-/pak isi 10 baso.

Kini pelanggan dari bakso buatan Maya mulai meluas, sehingga ia mulai merasa kewalahan melayani orderan, terutama soal waktu pengantaran.

” Alhamdulillah banget sekarang pesanan lumayan  banyak, meskipun awalnya saya nggak PD,  tidak cuma dari teman saja, tetapi sudah masuk ke kalangan umum, ada juga dari catering, padahal saya tidak pernah promosi, mungkin tau dari mulut ke mulut kali ya?. Nah sekarang yang agak repot soal pengantaran pesanan, karena pemesannya mulai agak jauh. Tetapi terkadang si pemesan minta di gojekin atau grab,  dia yng bayar sendiri gojeknya,”. Tambah Maya lagi.

lalu bagaimana cara orang yang ingin pesan bakso buatanya?, Maya kembali menjelaskan. ” Untuk pesan cukup WA atau telpon ke 0812-1112-6565, tinggal sebut pesannannya bakso apa?, dan berapa pak?,” tutup Maya. /Bay