Maya, Sosok Admin Pengobatan HNP dan Stroke ‘Si Tangan Ajaib’ Kiki Hendrawan

by -6,547 views

JAKARTA, VoiceMagz.com– Dengan semakin banyaknya pasien yang bisa tertolong dari penyakit Syaraf Kejepit (HNP) dan Stroke oleh ‘Si Tangan Ajaib’  Kiki Hendrawan, maka semakin banyak pula pasien dari berbagai kota yang ingin mendapat penanganan Kiki.

Telepon terus berdering tak kenal jeda, namun Maya Nurkhasanah harus ikhlas menerima satu persatu telpon dari pasien yang ingin berobat kepada Kiki. Bahkan tak jarang ada pasien yang tak sabar untuk segera didata dan segera mendapat pelayanan. Namun apa hendak dikata, ia harus menjawab dengan santun bahwa semuanya harus antri.

Ratusan pasien  yang menghubungi nomornya baik melalui No WA. 08571 4049 345 maupun yang nomor 0878 7854 3689 setiap hari tak pernah berhenti.  Sedang pengobatannya perhari hanya bagi 10 sampai 15 orang dari jam 10 pagi hingga jam 13.00 WIB.

Hal ini membuatnya sibuk menjadwal para pasien dengan mengatur hari, tanggal dan jam pengobatan bagi para pasien. Bahkan hanya sekadar untuk istirahat makan dan sholat saja ia sulit.

“Tiap hari ratusan pasien telepon ke saya, umumnya nggak sabar pingin segera bisa diobati, bahkan ada yang minta hari itu juga. Tapi setelah aku jelasin kalau sehari itu prakteknya cuma dari jam 10 pagi sampai jam 1 siang dan cuma nanganin pasien 10 sampai 15 orang, akhirnya mereka bisa mengerti,” jelas Maya saat dihubungi VoiceMagz.com di rumahnya, Minggu (2/4).

Selaku admin dari Kiki Hendrawan, ia memang dituntut memiliki kesabaran yang sangat tinggi dalam menangani pendaftaran pasien, mengingat attitude setiap pasien berbeda. Ada yang santun dan sabar menunggu jadwal, ada pula yang ingin buru-buru mau datang ketempat praktek Kiki Hendrawan.

“Sifat pasien itu bermacam-macam, ada yang sabar, baik dan ramah. Tapi ada pula yang dengan agak memaksa ingin buru-buru langsung ke klinik. Padahal kan harus saya jadwal dulu, dapetnya hari apa dan jam berapa. Namun ini merupakan pengalaman hidup yang luar biasa, sebab dari sini saya sadar betul betapa penting dan berharganya kesehatan,” lanjut Maya.

Lalu bagaimana sebenarnya tata cara untuk mendaftar pasiennya Kiki Hendrawan?

Maya Bersama Keluarga

“Gampang sih, pertama harus mendaftar melalui WhatsApp (WA), namanya siapa, alamatnya dimana. Kemudian usia berapa dan keluhannya apa, dibagian mana dan sudah berapa lama sebagai data kami. Kemudian nanti saya jawab juga melalui WA. Kenapa harus lewat WA? Agar bisa terdata dengan rapi, soalnya kalau via telpon kan akurasi datanya takut kurang lengkap atau terjadi salah data, karena ya itu tadi, yang harus saya tangani ratusan pasien setiap harinya. Jujur saja saya mau istirahat makan dan sholat saja terkadang susah, Telepon itu nggak ada jeda, begitu ditutup langsung masuk lagi telepon yang lain, terus saja begitu. Jadi kalau saya mau istirahat ya dengan sangat terpaksa HP saya matiin dulu, kalau nggak gitu ya nggak bisa istirahat, tangannya sampek kriting ngebales ratusan WA,” terang Maya sambil tertawa.

Lalu apakah setiap pasien yang mau berobat mesti datang ke klinik tempat Kiki Hendrawan praktek, atau bisa dengan cara lain?

“Ya, saya sarankan datang ke klinik langsung, namun demikian bisa juga kunjungan ke rumah, terutama bagi yang sudah tidak mampu jalan atau karena alasan lain. Kalau yang diluar kota biasanya nunggu 10 pasien dulu, baru didatangi kota tersebut,” terang Maya.

Bagaimana dengan biaya pengobatan, apakah datang ke klinik dengan kunjungan rumah itu berbeda?

“Biaya sama, yaitu satu paket, Rp1.500.000,-/paket (dua kali pertemuan). Cuma kalau kunjungan tambah biaya transport saja yang disesuaikan dengan lokasinya. Tetapi kalau di tempat tersebut ada terkumpul 10 pasien, maka tidak ada biaya transport lagi. Misalnya di Bogor ada 10 pasien, maka saat pengobatan ke Bogor biayanya tidak ada tambahan transport lagi,” tutup Maya.

Fenomena ‘Si Tangan Ajaib’ ini memang sungguh mengejutkan. Meskipun baru berpraktik secara resmi sekitar tiga tahunan ini, Kiki Hendrawan sudah mengobati ribuan pasien dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat setingkat anggota DPR, petinggi TNI, artis, olahragawan, dokter hingga seorang pemulung.

Beberapa waktu lalu Kiki  menangani beberapa pemulung di kota Medan. Pemulung tersebut lumpuh tiga tahun. Namun atas izin Allah, dengan sekali pengobatan saat itu juga ia bisa berdiri dan berjalan. Bahkan agar lebih bersemangat untuk sembuh, oleh Kiki diminta joget-joget./irish

 

No More Posts Available.

No more pages to load.