Bandingkan Syariat Islam, Cadar dan Suara Azan, Puisi Sukmawati Jadi Kontroversi

by -2,226 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Putri presiden pertama Indonesia, Sukmawati Soekarno Putri membuat publik Indonesia geger dengan puisi yang dinilai kontroversial dan melecehkan Islam yang dibacakan dalam pagelaran peragaan busana Anne Avantie, Kamis (29/3).

Dalam puisi yang berjudul ‘Ibu Indonesia’ itu, Sukmawati dianggap menyinggung perihal syariat Islam, cadar dan suara adzan. Hujatan dan kritik disampaikan berbagai tokoh publik dan warganet. Bahkan hari ini, Senin (3/4) sudah ada yang melaporkan Sukmawati ke polisi.

Video puisi yang beredar di YouTube itu viral di media sosial sejak Minggu (2/4). Sukmawati yang dituding telah menistakan agama Islam ini pun telah dilaporkan oleh Denny Adrian Kusdayat, seorang advokat ke Polda Metro Jaya. Dikatakan Denny, yang dilakukan Sukmawati lebih parah daripada kasus penistaan agama yang menyeret Ahok ke penjara.

Berikut isi dari puisi berjudul ‘Ibu Indonesia’ karya Sukmawati Soekarnoputri ini:

Ibu Indonesia

Aku tak tahu Syariat Islam
Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah

Lebih cantik dari cadar dirimu
Gerai tekukan rambutnya suci
Sesuci kain pembungkus ujudmu

Rasa ciptanya sangatlah beraneka
Menyatu dengan kodrat alam sekitar
Jari jemarinya berbau getah hutan
Peluh tersentuh angin laut

Lihatlah ibu Indonesia
Saat penglihatanmu semakin asing
Supaya kau dapat mengingat

Kecantikan asli dari bangsamu
Jika kau ingin menjadi cantik, sehat, berbudi, dan kreatif
Selamat datang di duniaku, bumi Ibu Indonesia

Aku tak tahu syariat Islam
Yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangatlah elok
Lebih merdu dari alunan azan mu
Gemulai gerak tarinya adalah ibadah
Semurni irama puja kepada Illahi
Nafas doanya berpadu cipta

Helai demi helai benang tertenun
Lelehan demi lelehan damar mengalun
Canting menggores ayat-ayat alam surgawi

Pandanglah Ibu Indonesia
Saat pandanganmu semakin pudar
Supaya kau dapat mengetahui kemolekan sejati dari bangsamu
Sudah sejak dahulu kala riwayat bangsa beradab ini cinta dan hormat kepada ibu Indonesia dan kaumnya.

Tak hanya dilaporkan ke polisi, puisi Sukmawati ini pun medapat balasan. Penggiat medsos, Felix Siauw yang juga seorang ustadz membalas puisi Sukmawati dengan puisi berjudul ‘Kamu Tak tahu Syariat’. Berikut petikan syair puisi Felix:

Kamu Tak Tahu Syariat

Kalau engkau tak tahu syariat Islam, seharusnya engkau belajar bukan berpuisi
Harusnya bertanya bukan malah merangkai kata tanpa arti

Bila engkau mau mengkaji, engkau akan memahami bahwa hijab itu bukan hanya pembungkus wujud, tapi bagian ketaatan, sebagaimana saat engkau ruku dan sujud

Engkau juga akan mengerti, bahwa membandingkan konde dan cadar itu perkara menggelikan, sebab yang satu ingin terjaga, yang lain malah mengumbar

Terpisah, Sukmawati menanggapi kontroversi puisinya ini dengan menyebut jika dirinya tidak bermaksud menyinggung Suku, Agama dan Ras (SARA).

“Lho Itu suatu realita, ini tentang Indonesia. Saya nggak ada (maksud) SARA-nya. Di dalam puisi itu, saya mengarang cerita. Mengarang puisi itu seperti mengarang cerita. Saya budayawati, saya menyelami bagaimana pikiran dari rakyat di beberapa daerah yang memang tidak mengerti syariat Islam seperti di Indonesia Timur, di Bali dan daerah lain,” kata Sukmawati ketika dikonfirmasi, Senin (2/4).

Adapun soal dirinya disebut membanding-bandingkan antara azan dengan kidung Ibu Indonesia, Sukmawati menyebut jika tak selamaya suara azan itu memang merdu.

“Soal kidung ibu pertiwi Indonesia lebih indah dari alunan azanmu, ya boleh aja dong. Nggak selalu orang yang mengalunkan azan itu suaranya merdu. Itu suatu kenyataan. Ini kan seni suara ya. Dan kebetulan yang menempel di kuping saya adalah alunan ibu-ibu bersenandung, itu kok merdu. Itu kan suatu opini saya sebagai budayawati,” ujar Sukmawati seperti dilansir dari Detikcom.

“Jadi ya silakan orang-orang yang melakukan tugas untuk berazan pilihlah yang suaranya merdu, enak didengar. Sebagai panggilan waktu untuk salat. Kalau tidak ada, Akhirnya di kuping kita kan terdengar yang tidak merdu,” pungkasnya. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.