JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Di tengah masa hiatus alias vakumnya grup musik Fourtwenty, kejutan datang dari lagu mereka yang berjudul ‘Mangu’.
Lagu ini mendadak viral di berbagai platform media sosial, mulai dari TikTok, Facebook hingga Instagram.
Lagu yang dirilis pada 2022, buah curhatan seorang sang vokalis, Ari Lesmana ini perlahan tapi pasti, menemukan nyawa keduanya di tengah kerinduan publik akan musik penuh makna dari Fourtwenty yang kini tengah hiatus ini.
Kebangkitan popularitas ‘Mangu’ tampak tak direncanakan. Banyak pengguna TikTok menggunakan lagu ini sebagai latar untuk video yang menyentuh, mulai dari narasi percintaan yang tulus namun bertepuk sebelah tangan, hingga kisah pengorbanan yang sunyi.
Tak sedikit pula yang menyematkan lagu ini pada potongan video alam dan pemandangan, seolah lirik dan melodi “Mangu” menjadi pelengkap sempurna suasana sendu dan reflektif.
Bahkan video parodi Ari Lesmana yang menyanyikan lagu ini di sebuah toko yang kebetulan menyetel lagu ini pun riuh rendah memenuhi media sosial.
‘Mangu’ sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti terdiam, termenung, atau ragu-ragu. Dalam lagu ini, Fourtwenty menggambarkan kisah cinta antara dua individu yang terhalang perbedaan keyakinan.
Lirik seperti “tak lagi sama cara berdoa” dan “tak lagi sama arah kiblatnya” mencerminkan perbedaan agama yang menjadi hambatan dalam hubungan mereka.
Dalam konteks lagu, ‘mangu’ merujuk pada perasaan termenung karena terhalang perbedaan keyakinan. Tak hanya itu, ‘Mangu’ juga menyampaikan pesan tentang penerimaan dan kejujuran dalam menghadapi kenyataan tersebut.
Fourtwenty sendiri diketahui sedang dalam masa rehat dari aktivitas panggung sejak awal 2024. Meski demikian, eksistensi mereka tak luntur. Justru, fenomena viralnya ‘Mangu’ menjadi bukti bahwa karya yang tulus bisa menembus batas waktu dan relevansi.
Salah satu faktor penyebab viralnya ‘Mangu’ adalah penggunaan lagu ini oleh para kreator konten. Sejumlah selebgram, termasuk beberapa aktor sinetron, bahkan ikut mengunggah video dengan latar lagu ini.
Di media sosial, netizen pun ramai-ramai mengungkapkan keterikatan emosional mereka terhadap lagu ‘Mangu’ ini.
“Fourtwenty emang kalau bikin lagu tuh bukan cuma buat telinga, tapi buat hati,” cuit seorang netizen.
Ada pula yang berharap Fourtwenty segera kembali dari hiatus untuk menghadirkan karya-karya baru yang tak kalah menyentuh.
Dikenal lewat lagu-lagu seperti ‘Zona Nyaman’ dan ‘Aku Tenang’, Fourtwenty memang punya ciri khas tersendiri: musik akustik yang lembut, lirik kontemplatif, dan aransemen sederhana namun menyayat. Dan ‘Mangu’ adalah lanjutan dari narasi itu, lagu yang tidak dibuat untuk mengejutkan, melainkan untuk menenangkan.
Meski mereka belum mengumumkan kapan akan kembali aktif, kehadiran kembali ‘Mangu’ di linimasa publik menjadi pengingat bahwa musik yang lahir dari hati akan selalu menemukan pendengarnya, bahkan saat penciptanya sedang diam.
“Kami sedang rehat sejenak untuk mengevaluasi dan mengisi ulang energi. Tapi kami tahu, musik akan tetap berbicara, bahkan ketika kami sedang diam,” tulis Fourtwenty dalam unggahan terakhir mereka awal tahun ini.
Dan kini, ‘Mangu’ seolah bangun dan sedang berbicara mewakili banyak hati yang yang tengah termenung, ragu dan diam yang tak hanya disebabkan cinta beda kiblat, tapi mungkin juga karena beban hidup. (NVR)








