‘Lantai 4’, Usung Horor Seputar Lift 04

by -135 views

Jakarta, VoiceMagz.com – Usai menyelesaikan tahap casting yang dibanjiri sekitar 350 peserta pada 12 Januari kemarin, kini penggarapan film horor ‘Lantai 4’ akan segera memasuki masa syuting pengambulan gambar).

Syuting  tersebut rencananya akan dimulai pada 15 Februari mendatang, dengan mengambil lokasi di sekitar Jakarta.

Seperti tradisi pada umumnya, untuk menandai dimulainya syuting tersebut, pada hari ini Selasa 12 Februari di Lobby PPHUI dilakukan syukuran (potong tumpeng) sekaligus konferensi pers, yang dihadiri oleh para pemeran terpilih yaitu; Yuki Kato, Ingrid Wijanarko, Ruth Marini, Aqila Nathaya, Nyimas Faza, Budi Limbad, luy Wow,dan Denny Limbri. Tio Pakusadewo yang juga membintangi film tersebut tidak bisa hadir, karena disaat yang bersamaan beliau sedang menjalankan ibadah umroh.

Selain itu, hadir pula direktur  dari Kreasi Jingga yaitu Ray Dewi Kusuma dan dua sutradara yang akan menggarap film ‘Lantai 4’ yaitu FX.Purnomo dan Wahyu Nugroho yang sekaligus sebagai penulis cerita dan sekenarionya.

Dalam kesempatan tersebut Ray Dewi Kusuma menceritakan sedikit tentang  kisah apa  kirakira yang diangkat dalam film Lantai 4 ini.

“Film Lantai 4 ini bercerita tentang seorang gadis yang berhasil mengungkap mitos keangkeran Lift 04 hingga satu persatu keluarganya tewas dengan cara tragis dan menjadi korban hantu penghuni  sebuah apartemen,” Jelas Ray , sata menggelar tumpengan di PPHUI, Kuningan Jakarta Selatan, Rabu (12/02/20).

Lebih lanjut Ray  menambahkan, “Cerita tentang makhluk dan alam gaib serta  kehidupan setelah kematian tak pernah kering untuk dijadikan sumber inspirasi. Oleh sebab itu   kami yakin penonton film Indonesia masih banyak yang menyukai genre ini,” tambah Ray.

Dalam kesempatan yang sama FX Purnomo yang akan menyutradari film tersebut juga turut menjelaskan mengapa judulnya Lantai 4.

“Kita sering melihat di lift-lift apartemen atau hotel itu tidak tercantum angka 4, tetapi diganti dengan 3a. Nah angka 4 dalam bahasa China itu Si, yang dalam budaya Tiong Hoa sering diartikan dengan maut  atau celaka. Jadi iniFilm ini mengungkap masalalu,  sejak dari jaman belanda hingga kini,” jelas FX Purnomo.

Lebih lanjut Purnomo menambahkan bahwa dirinya belum pernah menyutradari film horor, lalu apa yang ingin ia tekankan dalam film ‘Lantai 4’ ini?.

” Saya selama ini dikenal spesialis film drama, bahkan sejak bergabung dengan teaternya Teguh karya juga didaulat mendirek drama,  jadi tugas saya disini akan mengeksplor dari sisi dramanya,” tambahnya.

Sementara itu Wahyo Nugroho yang juga bertindak selaku sutradara dan penulis cerita serta sekenario juga turut memberikan penjelasannya.

‘ Film Lantai 4’  lebih  mengangkat  mistos,  bukan mistiknya. Jadi gak muncul hantu setan begitu saja. Tetapi yang jelas, film ini endingnya ada unsur pesan moral serta edukasi. Bahwa keangkeran lantai 4 di apartemen, mall, atau hotel, hanyalah mitos. Karena sesungguhnya, sem ua lantai itu sama saja, karena ghost atau hantu ada dimana saja ” jelas Wahyu.

Inggrid Widjanarko yang turut membintangi film ini mengaku bahwa meskipun horor, tapi film ini kaya mistis,  kaya tradisi. Tradisi di indonesia sebetulnya sudah berbaur dengan budaya-budaya dari luar, seperti China, Arab dan lain lin.

“Meskipun horor, tapi film ini kaya akan tradisi dan tentu mistisnya. Di Indonesia ini banyak sekali cerita cerita mistis dari sabang sampai Merauke. Ada Pesugihan, tuyul, dan lain-lain. Selain itu budaya kita juga sudah berbaur, misalnya dengan budaya   Tiongkok, Arab dan sebagainya. Jadi tradisi mitos angka 4 dalam budaya Tiong hoa adalah berhubungan dengan celaka, maut atau kematian.” jelas Ingrid.

Salah satu bintang utamanya yang mewakili era milenial yaitu Yuki Kato yang juga hadir dalam acara syukuran tersebut  mengaku senang bisa terlibat dalam film ‘Lantai 4’ ini. Bahkan ia juga mengaku pertemuan dalam satu frame dengan seniornya yaitu Inggrid Widjanarko bukan yang pertama kali baginya.

“Saya senang bisa bergabung dengan nam- nama besar di film ‘Lantai 4′ ini, ada Om Tio Pakusadewo, ada Tante  Inggrid Widjanarko dan lain lain, jadi saya bisa banyak belajar dari sini,’, jelas Yuki Kato.

“Berada satu frame dengan tante Inggrid bukan hal baru bagi saya, bahkan sejak saya  umur 3 tahun sudah  pernah main bareng, setelah itu beberapa kali main bareng juga, baik di sinetron maupun layar lebar. Sekarang umurku 24 tahun, jadi sudah cukup lama saya mengenal beliau,” tambah Yuki.

Line Produser Toto Soegriwo juga turut memberikan penjelasan, bahwa meskipun film ini kental dengan tradisi Jawa, namun pengambilan gambarnya hanya akan dilakukan di jakarta.

“Memang film ‘Lantai 4’ ini kental dengan nuansa Jawa terutama Jawa tengah, namun untuk  pengambilan gambar kita akan lakukan di Jakarta. Untuk gedung di sekitar mampang kayaknya, sedang ubtuk kuburan kita sepertinya akan memakai makam di Kebon Nanas,” terang Toto.

Selanjutnya Film ‘Lantai 4’ ini tidak hanya akan dipasarkan di Indonesia saja, tetapi juga akan dipasarkan di Malaysia dan Brunei./Irish