Lebih Dekat Dengan Jogja Hip Hop Di Galeri Indonesia Kaya

by -1,830 views

JOGJA HIPHOP - JHF (1) WEBJogja Hip Hop Foundation (JHF) yang didirikan oleh Marzuki Mohammad a.k.a Kill the DJ tahun 2003 merupakan Javanese collective hip-hop crew, yang beranggotakan Kill the DJ, Jahanam, dan Rotra ini, adalah soundtrack kehidupan di Yogyakarta, kota dimana tradisi terus tumbuh ditengah laju modernisasi. Beat urban khas hip-hop dipadu dengan gamelan dan bahasa Jawa, yang beberapa diantaranya menghidupkan kembali sastra atau mantra tradisional, tercipta secara natural tanpa pretensi kontemporer dan dinyanyikan oleh berbagai generasi dari pelosok desa hingga pusat kota.

JHF yang akhir tahun 2012 sebulan penuh tur Amerika, sebuah proyek pertukaran budaya yang mengundang seniman-seniman dari luar negeri untuk mempresentasikan karyanya dengan total 12 pertunjukan kepada publik Amerika dengan tujuan diplomasi budaya yang diinisiasi oleh US Department of State dan New England Foundation for the Arts.

Dan bulan Agustus 2013 lalu, kembali diundang konser di Singapura, yang berkolaborasi dengan dalang Catur Benyek (Wayang Hip Hop), Soimah Pancawati, dan artis hip hop Singapura, Mawar Berduri dan Suratkhabar Lama di Concert Hall Esplanade. JHF bersama Galeri Indonesia Kaya mempersembahkan sebuah konser sederhana yang mengajak para pengunjung untuk lebih dekat dengan grup hip-hop Indonesia berbahasa Jawa, pada Sabtu, 8 Februari 2013 di Auditroium Galeri Indonesia Kaya, West Mall Grand Indonesia Lantai 8.

“Kami lihat JHF dapat mewakili kreatifitas anak muda yang memiliki kecintaan terhadap kebudayaan asli Indonesia dan terbuka terhadap perkembangan jaman yang kemudian menghasilkan karya-karya luar biasa yang patut diapresiasi. Galeri Indonesia Kaya sangat mendukung dengan memberikan ruang gratis bagi para insan kreatif dan masyarakat yang ingin memajukan kesenian dan kebudayaan Indonesia,” ujar Renitasari, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation.

Dalam penampilannya di Galeri Indonesia Kaya, JHF datang dengan sebuah konser sederhana yang akrab, diawali dengan pemutaran video Center Stage US Tour sebagai preposisi yang akan menghantar penonton pada konteks pertunjukkan. Di beberapa lagu juga akan dihadirkan beberapa video klip dari lagu-lagu JHF, dimana 70% dari video-video tersebut bersifat semi dokumenter. Di antara lagu, JHF membuka kesempatan bagi para penonton untuk berinteraksi, tanya jawab, atau memberi komentar dan testimoni.

Dengan durasi sekitar 60 menit, JHF membawakan 10 lagu yang terdiri dari: Song of Sabdatama, Lolipop, Rep Kedhep, Cintamu Sepahit Topi Miring, Ngelmu Pring, Sembah Raga, Jaman Edan, Ora Cucul Ora Ngebul, Jogja Istimewa, dan Gangsta Gapi.

“Kami ingin lebih dekat untuk berbagi pengalaman dengan masyarakat tentang karya dan kecintaan kami terhadap kebudayaan Indonesia. Terima kasih kepada Galeri Indonesia Kaya yang telah memberikan ruang dengan semua fasilitasnya untuk berekspresi dan diapresiasi oleh berbagai kalangan masyarakat,” tutup Kill the DJ.|Edo (Foto Istimewa)

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.