Street Society Seperti Film Fast & Furious Ala Indonesia

by -2,759 views

POSTER FILM OKPerfilman Indonesia terus mengeliat, seiring dengan bermunculannya berbagai genre film yang menghiasi layar-layar bioskop di tanah air. Termasuk salah satunya adalah film “Street Society” karya Awi Suryadi yang akan diputar serentak di bioskop-bioskop pada tanggal 20 Februari 2014, sebuah film kolaborasi drama, laga dan aksi balap jalanan dengan menampilkan deretan merek mobil mewah dengan harga selangit, seperti Lamborghini, McLaren, Ferrari, Bentley, Roll Royce, Porsche dan lainnya.

Film yang diproduksi studio Ewis Pictures ini, seperti dituturkan sang produser, Eryck Wowor, biaya produksi Street Society menguras kocek sebesar Rp 18 miliar. “Total produksi, mungkin termasuk marketing promosi, mencapai Rp 18 Miliar,” beber Eryck, saat menggelar jumpa pers di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan, Jumat (7/2).
Sementara Awi Suryadi sebagai sutradara, mengakui jika karya ke-13 film terbarunya, Street Society merupakan film terberat yang pernah ia garap. Apalagi, ia harus berkoordinasi dengan pemerintah dan aparat kepolisian untuk membuat jalan protokol, seperti Bunderan HI, Thamrin, Sudirman, Gajahmada, Antasari tidak mudah dikosongkan untuk di gunakan dalam film laga otomotif ini. “Ini tantangan terbesar bagi saya,” ucap Awi.

“Jadi, kami harus menunggu hingga larut malam baru bisa take. Belum lagi kondisi lokasi seperti Pelindo dan Jembatan Suramadu. Semua itu perlu koordinasi yang baik dan melibatkan banyak pihak,” tambahnya. Selain itu dari segi teknis juga menjadi salah satu kendala. Apalagi, teknologi di Indonesia masih minim untuk mengambil gambar dengan kecepatan tinggi.

Film Street Society yang dibintangi oleh Marcell Chandrawinata, Chelsea Elizabeth, Wulan Guritno, Ferry Salim, Senk Lotta, dan Kelly Tandiono ini, menceritakan kisah seorang pemuda bernama Rio (Marcel Chandrawinata), juara street racing Jakarta yang urakan namun karismatik, yang menjadi tokoh utama. Bersama sobat dekatnya Monty (Daniel Topan) si kutu buku yang jenius tuning, dan Bang Frankie (Ferry Salim) si pemilik bengkel performance, Rio berusaha menjawab tantangan demi tantangan yang datang ke arahnya.

Nico (Edward Gunawan), si juara racing asal Surabaya, adalah sang musuh bebuyutan. Namun di luar itu masih ada Gde (Yogie Tan) si juara racing Bali, Nanda (Kelly Tandiono) si racer cantik asal Semarang, dan juga Yopie (Edward Akbar), sosok misterius yang baru muncul di tengah society pemilik super cars Jakarta. Rio juga dipertemukan dengan Karina (Chelsea Elizabeth), seorang DJ dari Berlin, yang akhirnya membuka hati dan pikirannya terhadap hal-hal baru selain balapan.

Persahabatan penuh momen komedik. Usaha merebut cinta. Tekad balas dendam. Dan, tentu saja, aksi seru adu kecepatan di berbagai lokasi yang uniquely Indonesia-dari Jembatan Suramadu yang megah, business district Sudirman yang gemerlap, pelabuhan Tanjung Priok yang keras, hingga jalanan Bali nan eksotis-semua hadir membentuk jalinan cerita yang unik, yang menghibur, yang terpusat pada usaha menjawab satu tantangan utama menjadi yang tercepat.
Film Street Society sekilas mirip film Fast & Furious karya Justin Lin, yang dibintangi Vin Diesel, Paul Walker (almarhum), Michelle Rodriguez, Jordana Brewster, Dwayne Johnson, Joe Taslim, Luke Evans, dan Gina Carano. Sebuah simbol kemapanan para kaum urban kota-kota besar, lewat mobil-mobil mentereng dengan performa yang mampu memacu adrenalin para pengemudinya ke level tertinggi.|Edo

Leave a Reply

No More Posts Available.

No more pages to load.