Lewat ‘Blitar’, Livi Eksplorasi Triangle Diamond

by -3,012 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Sutradara asal Indonesia yang kini merintis karier di Hollywood ini punya cara sendiri merayakan ulang tahunnya pada 3 April lalu. Tepat di usianya yang ke-29 tahun ini, Livi Zheng merilis film terbarunya berjudul ‘Blitar’.

Film ini sendiri dikerjakan pada hari jadi Blitar yang ke-693 lalu. Livi sengaja pulang kampung untuk syuting film ini. Proses selama syuting filmnya tersebut diakui Livi sangat mengesankan, bukan hanya dirinya, tetapi juga anggota timnya yang didatangkan dari Los Angeles, Amerika Serikat (AS).

“Kami banyak mengambil gambar upacara-upacara ritual dan pentas seni tradisional Blitar yang sangat menarik dan unik sekali,” tutur Livi yang kini sibuk mempersiapkan film layar lebar lain yang diharapkan akan diunggulkan di ajang Piala Oscar tahun depan.

Film ‘Blitar’ ini sendiri mengangkat ‘Triangle Diamond’ yang menunjukkan Tiga Sudut Pandang Berlian di kabupaten Blitar yang merupakan tempat wisata unggulan di Kabupaten Blitar. Triangle Diamond terdiri dari Pantai Serang, perkebunan teh Sirah Kencong dan Candi Penataran.

Pantai Serang memiliki hamparan pasir yang sangat luas dan indah. Sambil menikmati matahari terbenam yang sangat indah, pengunjung dapat menyaksikan bagaimana upaya pelestarian penyu hijau sebagai salah satu hewan langka pada saat ini.

Bahkan, pada waktu tertentu, pengunjung juga bisa meyaksikan proses pelepasan tukik atau anak penyu menuju habitanya di laut lepas. Kegiatan yang dapat dilakukan pengunjung lainnya di pantai tersebut, di antaranya pengunjung bisa menikmati mulai dari motor ATV, bermain layang-layang, juga mengikuti upacara larung sesaji pada saat-saat tertentu.

Adapun Sirah Kincong adalah kebun teh di dataran tinggi di kaki gunung Kelud, yang hawanya sejuk dan pemandangannya asri. Di kawasan ini, para pengunjung, dapat melakukan sejumlah kegiatan di antaranya hiking menuju air terjun yang berair sangat jernih, juga merasakan udara sejuk dengan camping di area perkebunan sambil melihat proses petik daun teh hingga produksi. Perkebunan Sirah Kincong tercatat juga telah lama melakukan ekspor produksi tehnya ke luar negeri.

Tentu yang tak bisa dilewatkan adalah bagaimana menelusuri sudut-sudut makam Proklamator Soekarno yang sudah menjadi ikon Kabupaten Blitar. Eksitensi Soekarno bukan hanya memproklamirkan Indonesia bersama Mohammad Hatta, tetapi juga seperti memanggungkan Blitar sebagai kabupaten dengan ikon sejarah dan kemajuannya sekarang ini.

Premier film ‘Blitar’ ini rencananya akan ditayangkan di Los Angeles, AS pada 2 Mei 2018. Tontonan dalam film Blitar ini juga akan semakin hidup dengan akan datangnya tim kesenian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar.

Tim kesenian Pemkab Blitar ini tidak hanya mementaskan seni dan budaya masyarakat, tetapi juga akan membawa pengunjung dan penonton di Los Angeles seolah ikut dan merasakan ritual, estetika dan keindahan panorama serta penghormatan sebuah bangsa atas sejarah negerinya.

Anda penasaran dengan film ‘Blitar’ ini, silakan klik di https://youtu.be/KCswg4RSChk untuk menyaksikannya. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.