Penggiat Musik Melayu Ini Disebut Figur Yang Telah Selesai Dengan NKRI

by -6,612 views

JAKARTA, Voicemagz.com – Lelaki kurus berkepala plontos ini sering kali menjadi pembicaraan di kalangan sahabat-sahabatnya. Di usia yang terbilang tak muda lagi, Bang Geisz begitu dia dipanggil masih tetap bersemangat dengan beragam aktifitas sosial.

Penggiat musik Melayu yang juga promotor Jakarta Melayu Festival (JMF) ini dikalangan yang dekat dengannya, dikenal pemurah dan selalu di garda terdepan dalam memberikan pembelaan pada kawan-kawannya yang mengalami kesulitan dalam beragam masalah.

Geisz Chalifah juga adalah orang pertama secara publik mengumumkan Anies Baswedan sebagai calon presiden di tahun 2008 disaat banyak orang belum mengenal Anies Baswedan.

Namun bagi para musisi Melayu ada yang lebih menarik dari sosok ini. Diantaranya dari sudut pandang Darmansyah Ismail. Penyanyi Melayu senior ini menyebut keberadaan Geisz membuat para musisi Melayu merasa kembali hidup dan kembali bergairah mengembangkan budaya Melayu.

“Bang Geisz mau berkorban apa saja demi idealismenya. Menurut kami figur seperti beliau yang bertindak dan selalu bergerak untuk mengembalijan kejayaan budaya bangsa adalah figur penting dalam khasanah budaya Melayu. Dia adalah orang yang telah selesai dengan NKRI,” ujar vokalis Seroja band ini di Jakarta, Sabtu (13/1).

Dilanjutkannya, ketika banyak orang hanya bicara, saya NKRI saya Pancasila, Geisz sudah melesat jauh dengan tak hanya bicara tapi menjadikan NKRI memiliki kebanggaan pada budayanya sendiri serta mengajak seluruh komponen anak bangsa memiliki kebanggaan pada budaya negeri.

“Kami salut dengan orang seperti Bang Geisz, bertahun tahun tak pernah kendur semangatnya untuk menampilkan budaya Melayu ke permukaan,” ucap musisi serba bisa yang populer dipanggil Buthong ini.

Ade Fauzi, pelatih serampang dua belas sekaligus musisi Melayu menambahkan, bila ada banyak tokoh seperti Geisz yang mau berkorban banyak untuk budaya Indonesia, niscaya banyak seniman di negeri ini akan bahagia dan tentram.

“Tokoh-tokoh seperti inilah yang kita butuhkan agar bangsa kita bisa menghargai budayanya sendiri,” ucapnya. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.