Roger Water Semprot Ed Sheeran dengan Kata-kata Menohok
JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Mantan personel Pink Floyd Roger Waters melontarkan kritik pedas kepada Ed Sheeran usai pelantun “Shape of You” itu mencoret Macklemore dari deretan penampil pembuka di tur bertajuk Loop Tour.
Waters bahkan tak segan menyebut Sheeran dengan sebutan kasar dalam pernyataannya, sebagai bentuk kekecewaan atas sikap sang rekan sesama musisi terhadap isu Palestina.
“Aku punya pesan singkat untukmu. Ada dua jenis orang di dunia ini. Ada orang-orang yang melakukan hal yang benar. Rapper itu, Macklemore, adalah salah satunya,” ujarnya di unggahan Instagram, 16 September.
“Dan ada orang-orang brengsek sepertimu, yang melakukan hal yang salah. Selamat tinggal,” tegas Roger Waters.
Macklemore bersuara lewat unggahan Instagram, tentang sikapnya atas pencoretan dirinya sebagai artis pendukung tur. Ia menuding pemilik venue sengaja membungkam dirinya yang bersuara untuk kemerdekaan Palestina di dua pertunjukan terakhir bersama Ed.
Nama pengusaha kaya raya Robert Kraft, pemilik klub NFL New England Patriots sekaligus Gillette Stadium, disebut menjadi salah satu pihak yang paling ngotot mendesak agar Macklemore ditendang dari tur.
Menurut pengakuan Macklemore sendiri, Kraft bahkan langsung menghubungi Ed Sheeran dan mengancam akan membatalkan konser jika ia tetap dipertahankan sebagai pembuka acara.
Ed Sheeran akhirnya buka suara lewat unggahan panjang di Instagram. Ia menegaskan bahwa keputusan mencoret Macklemore sepenuhnya berada di tangan promotor tur, Messina Touring Group, bukan keputusan pribadinya.
Ed mengungkap sikapnya yang memilih untuk “tidak berpihak” dan tetap ingin menjaga sikap netral di tengah konflik Israel-Palestina. Namun di sisi lain ia juga menyebut punya pandangan pribadi terkait isu tersebut.
Sayangnya, penjelasan itu tak cukup meredam gelombang kemarahan publik. Empat penampil pembuka lain dalam Loop Tour, yakni Aaron Rowe, Beoga, Lukas Graham, dan Finneas, kompak mengundurkan diri sebagai bentuk solidaritas terhadap Macklemore.
Lukas Graham bahkan melempar sindiran tajam soal bagaimana kekuatan uang tak seharusnya menentukan siapa yang berhak bersuara dan penderitaan siapa yang layak diakui./Ib.







