Ternyata Dua Sosok Ini Juga Ada Dibalik Kesuksesan Via Vallen Dan Nella Kharisma

by -2,046 views
Via Vallen - Nella Kharisma
Via Vallen – Nella Kharisma

JAKARTA, Voicemagz.com – Via Vallen dan Nella Kharisma, dua nama biduan ini tengah naik daun dan dielu-elukan pada 2017 lalu dan mungkin akan terus menanjak di 2018 ini. Tapi jarang yang tahu siapa yang salah satunya  menjadi sosok dibalik kepopuleran keduanya saat tampil dengan lagu ‘Edan Turun’ dan ‘Jaran Goyang’ ini.

Ya… dibalik ketenaran keduanya lewat lagu ‘Jaran Goyang’ dan ‘Edan Turun’, ada orang dibalik layar yang selama ini jauh dari sorotan lampu panggung. Bahkan mungkin namanya asing bagi penikmat lagu ini.

Jika nama Andi Bendol disebut, tak banyak yang kenal dengan pencipta lagu ‘Jaran Goyang’ ini. Pria kelahiran 1988 asal Bantul ini adalah orang dibaliknya. Andi sendiri tak menyangka lagu yang telah lama diciptakanya itu terkenal setahun belakangan ini.

“Lagu Jaran Goyang pertama kali direkam tahun 2014. Saya sudah ciptakan lagu itu jauh sebelum 2014,” ujar Andi Bendol.

Andi Bendol

Lagu-lagu yang diciptakan Andi memang memiliki ciri khas tersendiri. Liriknya sangat dekat dengan kultur masyarakat. Tak heran jika lagu-lagunya memiliki kedekatan emosi yang lekat dengan para pendengar. Jika biasanya pencipta lagu pada umumnya mengangkat tema percintaan monoton, seperti putus cinta karena diselingkuhi atau kisah klasik cinta yang bertepuk sebelah tangan, Andi justru muncul dengan tema lagunya yang tak biasa.

Andi berusaha melabrak kebiasaan pencipta pada umumnya. Dia membuat lagu dengan tema guna-guna untuk menaklukan hati seorang wanita, di lagu ‘Jaran Goyang’.

“Sebenarnya lagu itu berpesan agar tidak menggunakan cara yang tidak benar untuk mendapat wanita. Dalam lagu ini digambarkan contoh yang salah, yaitu menggunaan guna-guna untuk menaklukan wanita. Seharusnya menaklukan wanita dengan cinta. Namun ada beberapa orang yang justru menafsirkan bahwa lagu itu berpesan negatif,” tutur Andi.

Tak hanya Andi, ada nama Athang Arthuro. Pria yang punya nama asli Tatang Pramono asal Dusun Truko, Karangsari, Kecamatan Sempu, Banyuwangi ini menjadi arsitek lagu yang menjadi magnet bagi penikmat musik tanah air. Rumah sederhana yang ditinggali bersama istri, menjadi saksi bisu kelahiran karya fenomenal tersebut.

Lagu ‘Edan Turun’ yang berlatar belakang seputar asmara ini kini sangat familiar di telinga masyarakat Indonesia usai dibawakan Nella Kharisma. Lagu asli berbahasa Oseng yang awalnya dinyanyikan penyanyi Demy ini bercerita tentang seorang pemuda yang masih cinta terhadap kekasihnya. Tetapi sang kekasih masih ragu dengan cinta dari si pemuda. Berbagai upaya pun ditunjukkan untuk menunjukkan besarnya cinta kepada kekasihnya itu.

Terlepas dari isinya soal asmara tersebut. Ada penekanan yang diberikan Athang dalam setiap karya lagu yang dihasilkannya. Sebagai orang Oseng asli, pria ini sangat teliti dan jeli menerapkan setiap detail kata dalam bahasa Oseng dalam syair lagu yang dibuatnya.

“Isun wong Oseng, kudu biso majukno boso Oseng (saya orang Oseng, harus bisa memajukan bahasa Oseng),” katanya.

Athang Arturo

Memiliki darah seniman yang diasah sejak duduk di bangku SMP, Athang pun memiliki kemampuan memainkan sejumlah alat musik. Dia piawai memainkan kendang, gitar, hingga drum. Skill bermusik itulah yang menjadi modal berharga baginya dalam menelurkan setiap karya. Terlebih lagi, backgroundnya sebagai orang Oseng membuatnya bisa mewarnai dan mempertahankan keotentikan budaya leluhur daerah dalam karya lagu.

Tidak hanya konten syair yang harus mengandung bahasa Oseng. Athang juga selalu memasukan kendang, seruling hingga biola yang menjadi alat musik khas Banyuwangian dalam setiap lagu ciptaannya.

Di sisi lain, Athang juga tidak menepikan keberadaan musik lain. Dengan kolaborasi alat musik tradisional, musik ciptaannya mampu bersanding dan berkolaborasi dengan musik lain yang lebih modern seperti drum, keyboard, hingga gitar sekalipun.

“Intinya alat tradisional harus tetap dipakai. Itu sebagai identitas,” tegasnya.

Maka tak heran bila kemudian musik Banyuwangi mampu menembus level regional Jawa Timur bahkan nasional. Ini terbukti dengan pengakuan karyanya, lagu ‘Edan Turun’ sukses menembus dapur rekaman untuk kesekian kalinya.

Terhitung grup seperti Trio Macan pun sempat menjadikan lagu ini sebagai tembang andalan dalam album anyar mereka. Lewat lirik lagu yang kuat dan makna yang dikandung di dalamnya, Trio Macan pun kesengsem lagu Banyuwangi yang tersebar lewat jejaring sosial. Hingga akhirnya, perwakilannya datang dan menemui Athang untuk meminta izin lagu itu diangkat ke belantika musik nasional.

“Ya kaget dan senang, bangga sudah pasti. Itu bukti musik Banyuwangi diakui,” bebernya.

Tapi di balik sukses dengan lagu ‘Edan Turun’, Athang juga sempat dibuat geram sekaligus heran. Beberapa pihak sempat membajak lagu itu sebagai karya dari daerah lain. Kesamaan beberapa perbendaharaan kata dan intonasi membuat lagu ini, sempat dicap bukan nyanyian asal Banyuwangi. Parahnya lagi, dibalik ketenaran lagu ini ada juga yang mengklaim lagu ‘Edan Turun’ pernah diakui berasal dari daerah lain.

Hal inilah yang membuat Athang geram. Langkah hukum pun disiapkan bila ada yang membajak karya fenomenal tersebut.

“Itu intinya salah paham saja. Tapi kalau ada yang berani ngaku-ngaku, awas saja!” tegasnya. (NVR – dirangkum dari berbagai sumber)

No More Posts Available.

No more pages to load.