JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Taiwan saat ini kian serius memperluas pasar pariwisata di Asia Tenggara, khususnya Indonesia, salah satu pasar paling potensial.
Menurut Abe Chou, Director Taiwan Tourism Information Center di Jakarta (TTIC) kepada awak media di Pullman Hotel Central Park Jakarta, Rabu (20/8), daya tarik utama Taiwan bagi wisatawan Indonesia tahun ini berfokus pada tiga pilar: pengembangan rute penerbangan baru, promosi tempat wisata yang beragam, serta penciptaan lingkungan ramah Muslim.
“Ada banyak sekali program yang kami rancangkan untuk memudahkan wisatawan Indonesia datang ke Taiwan,” ujar Abe.
“Kami bekerja sama dengan maskapai untuk membuka rute penerbangan langsung dan memperpendek jarak tempuh, sekaligus menawarkan berbagai paket wisata mulai dari family tour, graduation program, pengalaman kuliner khas Taiwan, memperluas area destinasi wisata, hingga daya tarik wisata dengan tema musim,” lanjutnya.
Taiwan secara khusus juga memperluas area destinasi wisata untuk pasar Indonesia. Tidak hanya menawarkan keindahan kota Taipei, Taiwan juga memperkenalkan Alishan, Sun Moon Lake, dan Kenting.
Saat ini, wisatawan dapat menikmati transisi dari musim panas ke gugur dengan Festival Balon Udara di Taitung, merasakan musim dingin dengan pemandian air panas yang populer hingga menutup tahun yang meriah dengan kembang api.
“Bagi wisatawan Indonesia yang ke Taiwan tidak menggunakan tur atau datang secara mandiri, kami sudah menyiapkan program Taiwan Lucky Land dimana wisatawan Indonesia dapat mengambil undian untuk memenangkan 5.000 Dolar Taiwan hanya dengan melakukan registrasi minimal 3 hari sebelum kedatangan ke Taiwan,” beri tahu Abe.
Trust Lin Ph.D, Deputy Representative Taipei Economic and Trade Office (TETO) di Indonesia, menambahkan TETO berperan sebagai jembatan diplomasi pariwisata untuk mendukung pariwisata Taiwan Tourism dalam menyelenggarakan pameran, roadshow, dan promosi media di Indonesia.
“Selain itu, TETO menjadi platform kolaborasi antara agen perjalanan, maskapai, dan pelaku industri dari kedua negara,” tandasnya.
Indonesia sasaran strategis
Trust Lin juga mengatakan pemerintah Taiwan tengah meninjau kebijakan untuk mempermudah masuknya wisatawan Indonesia di antaranya perluasan layanan e-visa, penyederhanaan visa kelompok melalui agen perjalanan, hingga kemungkinan perpanjangan program bebas visa atau entry yang lebih mudah.
“Tujuannya jelas, mengurangi hambatan dan meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan Indonesia,” kata Trust Lin.
Sepanjang tahun 2024, wisatawan Indonesia ke Taiwan mencapai 220.000 orang atau 2% dari total wisatawan mancanegara.
Termasuk dalam tiga besar pasar Asia Tenggara yang menyumbang kunjungan terbanyak ke Taiwan, dengan populasi muda dan kelas menengah yang terus berkembang, wisatawan Indonesia menjadi sasaran strategis yang terus dibidik.
Saat ini Taiwan juga sedang menggencarkan wisata halal yang cocok sekali dengan target pasar Indonesia. Dengan pertumbuhan wisatawan Indonesia yang diprediksi semakin kuat dalam 3–5 tahun mendatang, akan menjadikan Taiwan sebagai destinasi favorit baru.
“Kami optimis Indonesia akan menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan pariwisata Taiwan,” ujar Trust Lin.
Saat ini di Laguna Atrium Central Park Mall Jakarta tengah digelar Taiwan Travel Fair 2025, mengusung tema promosi “Ayo ke Taiwan dan Minum Segelas” dengan merek pariwisata baru 3.0 “Taiwan – Waves of Wonder”.
“Kami menghadirkan tren wisata kereta api yang tengah populer di Taiwan. Salah satu daya tarik utama adalah Kereta Haifeng, dengan tiga gerbongnya yang akan ditampilkan megah di Taiwan Travel Fair,” ujar Abe.
Selain itu, acara yang diselenggarakan 22-24 Agustus 2025 ini juga menghadirkan promo tiket pesawat, paket tur, atraksi dan kuliner khas Taiwan serta penampilan Taiwan Tourism Ambassador di Indonesia, Mikha Tambayong, bersama sejumlah influencer populer seperti Stefanny Margaretha, Chef Juna, Turah, dan Sadam./Ib.








