Wow… 68 Pelajar Ini Berkesempatan Mandi Khatulistiwa di KRI Dewa Ruci

by -1,993 views

JAKARTA, Voicemagz.com –  Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) KRI Dewa Ruci yang diikuti 68 pelajar dari 34 Provinsi se-Indonesia telah berakhir. Dalam perjalanan menggunakan kapal legendaris tersebut, banyak menyimpan berbagai cerita menarik.

Seperti yang diungkapkan Faisal Priyo Utomo, perwakilan peserta ENJ KRI Dewa Ruci dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ia menyatakan rasa bangga yang begitu besar terhadap kesempatan menjelajah lautan bersama KRI Dewa Ruci.

“Jarang ada yang bisa naik kapal itu dan Alhamdulillahnya, berkat Kemenko Maritim kita bisa berlayar dengan kapal legendaris ini.” ujar Faisal di Jakarta, Sabtu (16/12).

Siswa kelas XII ini mengaku punya pengalaman menarik. Ia pernah mendapat hukuman saat berada di kapal kebanggaan Indonesia ini.

Tapi dirinya menganggap hukuman tersebut merupakan bentuk bimbingan dari Tim Satgas ENJ KRI Dewa Ruci yang terdiri dari Kemenko Maritim dan anggota TNI AL yang juga awak dari KRI Dewa Ruci.

“Jadi, kegiatan ini juga untuk meningkatkan kedisiplinan kita, seperti saat kita telat datang untuk pemberian materi atau jam makan serta jam istirahat yang terbuang. Tapi ini yang akan kita rindukan,” katanya disambut tawa peserta lain.

Sedangkan Said Alatas, peserta dari Provinsi Kepulauan Riau mengatakan, kegiatan ini banyak mengubah kepribadian seseorang. Ia mengakui, sebelumnya ia bercita-cita ingin jadi dokter.

“Namun setelah mengikuti kegiatan ini saya berharap supaya dapat menjadi dokter di Rumah Sakit terapung atau RS Kapal, agar bisa membantu masyarakat di berbagai pulau terdepan di nusantara yang belum tersentuh oleh pelayanan kesehatan yang memadai, saya ingin menjadi dokter di bidang maritim” imbuhnya.

Saat ditanya siap atau tidak untuk menjadi bahariawan dan menggantikan peran para pelaut asing yang diakui atau tidak terlanjur mendominasi, peserta lain kompak berteriak: “Siap! Kita siap jaga laut kita, kita siap memberikan yang terbaik untuk laut kita,” tegasnya.

Dilansir dari situs resmi Kemenko Maritim, Deputi Bidang Koordinasi SDM, IPTEK dan Budaya Maritim, Safri Burhanudin juga menyatakan apresiasi dan rasa bangganya, sebab program yang baru pertama kali diadakan ini, dinilainya telah berjalan dengan sukses dan berhasil membawa kesadaran serta pola pikir baru bagi seluruh peserta.

“Kegiatan ini sangat luar biasa, mereka pergi dan pulang dengan wajah yang masih sangat bersemangat, tidak terlihat satu pun wajah yang layu, artinya ini membuat satu suasana baru, suatu kepercayaan diri yang tinggi. Contohnya, yang dari Merauke tadi mengatakan bahwa mereka menyadari bahwa Indonesia begitu luas dan dia bisa melihat daerah lain, membuatnya lebih menyadari bahwa mereka menjadi bagian dari kesatuan Indonesia secara keseluruhan, dan laut sebagai pemersatunya,” terang Safri.

Sementara itu, Komandan Satuan Tugas ENJ KRI Dewa Ruci, Muhamad Suhendar mengatakan, kegiatan ini jauh diluar ekspektasi. Dikatakannya, karena dalam kesempatan tersebut cuaca di laut Indonesia saat ini kurang bersahabat.

“Dalam waktu rencana berlayar, kita mendapat respon yang negatif dan kita dianggap gila melakukan hal yang mustahil. Sebab berdasarkan data angin barat kurang bersahabat dan dikhawatirkan akan berbahaya, Tapi Alhamdulillah hati saya berkata, Lanjutkan, dan kegiatan ini berjalan dengan relatif sukses, dengan adik-adik peserta yang luar biasa di dalamnya” jelasnya.

Selain pembelajaran tentang kemaritiman, kelautan dan membangun leadership, kegiatan ini juga memberikan pembelajaran untuk melakukan Parade Roll, yakni atraksi menaiki tiang layar tinggi KRI Dewa Ruci untuk melakukan selebrasi dan penghormatan, khas kadet TNI AL.

Peserta juga mendapatkan pengalaman istimewa mandi khatulistiwa di atas geladak KRI Dewa Ruci, sebuah prosesi khas TNI AL untuk menahbiskan seseorang, bahwasanya dirinya adalah seorang pelaut sejati dan telah berhak mengarungi samudera raya.

“Mandi khatulistiwa di KRI Dewa Ruci adalah momen dan pengalaman langka, karena tidak semua orang bisa mengalaminya dan apabila seseorang telah melakukannya di KRI Dewa Ruci, maka Ia tidak usah lagi melakukannya di KRI lain. KRI Dewa Ruci mempunyai ruh nya tersendiri, banyak tokoh TNI AL lahir disini. Kita harapkan para peserta juga dapat menjadi pemimpin di masa depan, khususnya di bidang maritim,” imbuhnya.

Selain itu ia berharap kegiatan ini mempunyai makna besar yang harus diberitakan ke seluruh khalayak ramai, “Sebab kegiatan ini berada di atas kapal bersejarah dan pesertanya pelajar dari seluruh provinsi di Indonesia,” tukasnya.

Untuk diketahui, Kegiatan Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) KRI Dewa Ruci dilakukan selama 25 hari dari Jakarta-Batam-Sabang-Belawan dan kembali ke Jakarta pada hari Kamis tanggal 14 Desember 2017. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.