Ita Purnamasari Buktikan Eksistensinya Dengan Merilis Single “Semua Jadi Satu”

by -241 views

Jakarta, Voicemagz.com- Menandai 33 tahun berkiprah di jagad musik Indonesia,  Ita Purnamasari   merilis single anyar karya Dian Pramana Poetra dan Deddy Dhukun (2D) yang berjudul ” Semua Jadi Satu”, dibawah naungan label HP Music”.

Selain menandai 3 dekade kiprahnya serta membuktikan bahwa dirinya tetap eksis,  perilisan lagu ini juga  memiliki makna yang spesial  bagi Ita Purnamasari, sebab bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang jatuh pada hari ini Rabu 15 Juli. Jadi ini merupakan  sebagai kado manis di hari jadinya yang ke 53.

Lagu “Semua Jadi Satu” ini  memang bukanlah  lagu baru, sebab sebelumnya pada dekade ’80an pernah sangat populer dinyanyikan oleh Malyda. Kemudian pernah juga dinyanyikan oleh 3 Diva yang terdiri dari Ruth Sahanaya, Helmy Yahya dan Lala Suwages pada 2010 silam.

Dipilihnya lagu “Semua Jadi Satu” ini bagi Ita bukan tanpa alasan, sebab sebelumnya ia pernah tergabung dengan kelompok 7 Bintang, dimana  lagu “Semua jadi Satu” ini selalu menjadi pilihan untuk dinyanyikan olehnya. Bahkan Ita mengaku bahwa lagu ini dirasa pas dengan karakter vokalnya.

” Saya memeilih lagu Semua Jadi Satu i ini karena saya merasa cocok dan pas dengan karakter vocal saya, selain itu juga sudah mendapat restu dan menjadi kesepakatan bersama dengan produser saya yaitu pak Hadi Soenyoto,”, jelas Ita saat menggelar jumpa pers melalui Zoom, di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan, pada Rabu sore (15/07/20).

Lebih lanjut Ita menambahkan bahwa untuk aransemennya dipercayakan oleh Tohpati, dipilihnya Tohpati  tentu bukan tanpa alasan, menurutnya Tohpati musiknya sesuai dengan selera anak-anak sekarang.

” Untuk aransemen musiknya kita percayakan kepada Tohpati, alasannya ya karena selain dia musisi bagus dan terkenal, juga karena musiknya Tohpati saya anggap mewakili selera kekinian atau milenial. Jadi biar nyambung dengan selera musiknya anak-anak sekarang,” tambah istri dari musisi Dwikki Dharmawan ini.

Sementara Tohpati yang juga ikut dalam acara rilis melalui  zoom mengaku tidak ada kesulitan dalam mengaransemen lagu sesuai dengan karakter vokal milik Ita.

” Untuk vocal hampir nggak ada kendala, kita tau kemampuan Ita ini luar biasa, sementara untuk musiknya kita sesuaikan dengan karakter vocalnya Ita, saya nggak mau ngubah atau memilih sound terlalu jauh dengan karakter suara Ita yang khas dan sudah dikenal banyak orang, namun  secara musik tetap kita garap dengan tampilan kekinian,” jelas Tohpati.

Ketika ditanya soal strategi promosi yang akan dilakukan, Ita tidak mau membeberkan,  tetapi Ita malah melempar pertanyaan ini kepada sang produsernya HP Music yaitu Hadi Soenyoto untuk menjawabnya.

” Kita tidak punya strategi khusus, tetapi kita gunakan sarana yang ada saja, seperti YouTube dan media sosial lainnya, tentunya juga promo  radio-radio. Lagu ini juga  sudah tersedia di semua platform digital seperti langit musik, deezer dan sportyfy,” terang Hadi Sunyoto.

Lebih jauh Hadi Sunyoto juga menjelaskan tentang kemungkinan akan diadakannya konser live, namun karena masih dalam situasi Covid, maka yang paling mungkin adalah dengan menggelar konser virtual.

” Untuk konser mungkin saja bisa dilakukan, tapi karena situasinya begini (situasi Covid) ya saya serahkan sama Dwikki saja (merujuk kepada Suami dari Ita Purnamasari). Nanti kita akan berembug sama Dwikki bagaimana bagusnya,” tambah Hadi Sunyoto.

Dalam sesi jumpa pers yang berlangsung kurang lebih selama 1,5 jam tersebut, Ita juga ditodong oleh wartawan untuk menyanyikan lagu “Semua Jadi Satu” secara langsung  dengan iringan piono yang ia mainkan sendiri. mengingat Ita juga memiliki kemampuan bermain piano dengan baik.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga diputarkan potongan video  dari lagu tersebut selama satu  menit. Mengapa cuma satu menit?, padahal lagu tersebut berdurasi lebih dari satu menit?,  ternyata jawabanya agar para wartawan dan semua yang hadir penasaran. Jadi jika ingin mendengarkan lagu secara utuh bisa langsung klik di channel YouTube HP Music.

Dalam sesi jumpa pers tersebut, menyampaikan harapannya agar single ini meraih sukses dan bisa diterima oleh semua kalangan.

” Semoga lagu ini bisa diterima masyarakat pecinta musik Indonesia dan bisa sukses. Termasuk kalangan milenial yang mungkin saja belum tau bahwa ada penyayi senior yang pernah populer pada eranya,”, tutup Ita.

Memuliakan Para Pencipta Lagu

Ada hal yang patut digaris bawahi dari jumpa pers yang digelar kali ini, terutama pernyataan dari pemilik HP Music yaitu Hadi Soenyoto. Terutama ketika ditanya oleh moderator acara yaitu Irish Riswoyo yang juga sekaligus Ketua PWI Jaya Sie Musik, Film dan Lifestyle.

Irish menanyakan tentang kegiatan HP Music yang belakangan getol menampilkan kembali artis artis senior, untuk  berkiprah lagi di jagad musik Indonesia,  dengan merilis single-singlenya. Selain Ita Purnamasarin belum lama ini Hadi Sunyoto juga  menggaet raja Dangdut Rhoma Irama, untuk berduet kembali dengan Rita Sugiarto yang telah berpisah selama kurang lebih 39 tahun lamanya. Kira kira apa yang menjadi target bisnisnya hingga berani mengekspos artis artis senior untuk kembali tampil?. Dengan jawaban yang sederhana namun bermakna sangat dalam, hadi Sunyoto pun menjawab.

” Saya tidak punya target apa apa, saya hanya ingin agar pencipta lagu ini mendapatkan haknya. Coba lihat, banyak sekali para yutuber mngcover lagu lagu orang tanpa injin, dia dapet duit banyak, tetapi penciptanya tidak dapet apa apa, kasihan kan penciptanya hanya gigit jari,”, jelas Hadi Seonyoto.

Lebih lanjut bos dari HP Music itu menambahkan, ” Sekarang kita punya kerjasama dengan YouTube, jadi kalau ada orang yang sembarangan nyanyiin lagu orang tanpa ijin di YouTube kita akan minta untuk di stop atau ditutunkan, kita perjuangkan ini, agar pencipta lagu dapet haknya, kasihan mereka,”. tambahnya.

Apa yang sedang diupayakan oleh bos HP Music ini tentusaja patut kita dukung, sebab benar adanya bahwa nasib pencipta lagu ini paling memprihatinkan jika dibanding dengan penyanyi atau arrangernya. Karena karyanya banyak yang digunakan orang tanpa ijin untuk meraih keuntungan pribadi./Irish