JAKARTA, VOICEMAGZ.com – Artis serba bisa Titiek Puspa meninggal dunia pada Kamis (10/4), setelah menjalani perawatan intensif di RS Medistra, Jakarta. Jagat hiburan pun berduka, tak terkecuali Aktor yang juga Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno.
Rano Karno turut hadir melayat di rumah sakit Medistra Jakarta, usai melayat iapun menyampaikan rasa kehilangannya atas wafatnya sang maestro tersebut.
Rano Karno mengaku mengenal Titiek Puspa sejak kecil dan memiliki kenangan khusus bersama almarhumah. Kenangan bersama Titiek Puspa membawa Rano Karno kembali ke masa kecilnya, saat keduanya sempat beradu peran dalam film Rio Anakku.
“Saya kenal beliau sejak kecil ya. Waktu itu saya pernah bermain film judul Rio Anakku, beliau jadi nenek, saya kenal beliau lah, siapa yang nggak kenal beliau. Tante Titiek sebagai penyanyi yang luar biasa, sebagai pencipta lagu luar biasa dan terakhir saya ketemu beliau kemarin pada waktu tanggal 9 Maret kalau saya nggak salah, itu Hari Musik Nasional,” kenangnya.
Pertemuan terakhir tersebut rupanya sangat membekas. Rano Karno menyebut bahwa meskipun Titiek Puspa sudah menggunakan kursi roda, ia masih terlihat dalam kondisi normal.
“Saya lihat sih normal, saya jujur waktu dengar beliau masuk rumah sakit apalagi saya tidak tahu betul atau tidak beliau ada pecah pembuluh, saya enggak lihat tanda-tanda pada waktu terakhir ketemu. Waktu itu memang beliau sudah di kursi roda, makan biasa normal biasa, tapi memang nggak lama saya juga nggak lama, jam 7 malam beliau pulang,” jelasnya.
Kabar bahwa Titiek Puspa mengalami pecah pembuluh darah di otak dan harus dirawat di ICU benar-benar mengejutkan Rano.
“Saya ya pahamnya beliau umur sudah 80-an tapi tanda sakit enggak kelihatan, makanya waktu saya mendengar berita beliau masuk ICU karena ada pecah pembuluh darah di otak, saya agak terkejut juga. Karena saya terakhir tak melihat tanda itu,” lanjutnya.
Lebih jauh, Rano Karno menyampaikan rasa hormat dan kekagumannya terhadap perjalanan karier Titiek Puspa yang begitu panjang dan berpengaruh dalam dunia seni Indonesia.
“Wah beliau ini tentu saja kalau sama Benyamin dia di atas ya. Zaman Benyamin bin Slamet beliau masih di atas lagi. Artinya saya tahu sejarah beliau sebagai seorang seniman. Pada waktu itu saya masih sempat ketemu mereka di Jalan Surabaya, saya kenal Mbak Petty,” katanya./Ib.







