PAPPRI Jakarta Raya Rumuskan Jalan Baru Market di Era Digital

by -2,831 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. Pribahasa ini sejatinya masih relevan untuk diterapkan dalam berbagai hal. Tak terkecuali bagi kelangsungan perkembangan musik tanah air yang belakangan ini terkesan stagnan dan perlu sebuah terobosan baru.

Makna dari pribahasa itulah yang coba juga diterapkan oleh pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Artis, Penyanyi dan Pemusik Indonesia (PAPPRI) Jakarta Raya dalam rangkaian peringatan Hari Musik Nasional (HMN) 2018.

“Kita ingin mempersatukan semua musisi, baik penyanyi dan pencipta lagu baru di wilayah Jakarta Raya khususnya untuk bergabung dalam wadah PAPPRI Jakarta Raya,” ujar Ketua DPD PAPPRI Jakarta Raya, Maxi Mamiri di sela-sela syukuran HMN 2018 yang digelar DPD PAPPRI Jakarta Raya bersama sejumlah pengurus di Jakarta, Jumat (9/3).

Ungkapan Maxi ini tentunya menimbulkan sebuah pertanyaan. Apakah saat ini para musisi masih tercerai berai dan sulit untuk dipersatukan hingga berimbas pada stagnannya perkembangan musik tanah air belakangan ini?

“Masih banyak musisi terutama musisi baru yang belum bergabung. Maka dari itu, di momen HMN 2018 ini kita ingin melibatkan semua musisi terutama para musisi baru di wilayah Jakarta Raya untuk bergabung dengan dalam wadah PAPPRI Jakarta Raya, salah satunya lewat event Launching 1000 Lagu,” ujar Maxi.

Ketua panitia pelaksana HMN 2018 DPD PAPPRI Jakarta Raya, Ali Akbar menambahkan, event Launching 1000 Lagu ini juga nantinya diharapkan mampu menjadi sebuah jalan baru market di era digital.

“Nantinya lagu-lagu ini akan dipasarkan lewat sistem IOS dan Android, dimana si pemilik lagu-lagu ini bisa mengecek sendiri jumlah penjualan, hingga tahu siapa yang membeli lagunya,” beber Ali.

Panitia, ujar Ali, tak membatasi wilayah dan genre yang dipilih peserta event ini.

“Kita hanya beri jangka waktu pengiriman lagu mulai Maret sampai Juni 2018. Juli rencananya sudah di launching. Tapi kita lihat juga sejauh mana animo masyarakat akan event ini. Intinya, musik tidak punya teritori. Yang punya teritori hanya organisasi musiknya,” ucap Ali. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.