Penjual Es Krim Ini Berkesempatan Bawa Obor Asian Games 2018

by -4,041 views
Mohamad Yusuf saat membawa obor Asian Games 2018 di Jakarta.
Mohamad Yusuf saat membawa obor Asian Games 2018.

JAKARTA, VoiceMagz.com – Ajang Asian Games 2018 sudah dimulai sejak Sabtu (18/8). Jelang ajang ini, kegiatan kirab obor Asian Games 2018 keliling Indonesia sebagai ajang sosialisasi cukup meraih perhatian masyarakat. Berbagai keunikan terdapat di ajang ini.

Kirab ini juga bertujuan mempromosikan destinasi pariwisata dan budaya, serta potensi daerah setempat ke mancanegara. Api abadi yang dibawa langsung dari India telah sampai di Indonesia pada 15 Juli 2018 segera dibawa mengelilingi 64 kota di 18 provinsi Indonesia sejauh 18.000KM hingga 18 Agustus 2018 yang kemudian ditempatkan pada area pembukaan Asian Games 2018.

Pembawa obor Asian Games merupakan hal yang belum tentu bisa terjadi sekali dalam seumur hidup, sehingga masyarakat begitu ingin menjadi pembawa obor. Namun, banyaknya persyaratan sebagai pembawa obor menyebabkan hanya segelintir orang yang dapat terpilih sebagai pembawa obor.

Mereka adalah orang-orang terpilih yang terdiri dari; Duta obor Indonesia untuk Asian Games 2018 (Susi Susanti), pembawa obor utama (atlit, tokoh masyarakat, artis, atau sponsor), pasukan pengawal obor (TNI dan Polri), pembawa obor dalam acara seremonial (perwakilan INASGOC, pemerintah daerah), dan pendukung pembawa obor (MUSPIDA).

“Sebagai es krim pilihan Asian Games 2018, Aice mendapat kesempatan menyediakan pembawa obor. Sejalan dengan misi Aice, yakni ‘membantu masyarakat Indonesia mendapatkan hidup lebih indah’, Aice memberikan kesempatan kepada Mohamad Yusuf, seorang penjual es krim dari Situbundo yang membawa semangat kemerdekaan untuk menjadi pelari obor Asian Games 2018 di Jakarta,” ujar Brand Manager Aice Group Holdings Pte Lt, Sylvana Zhong di Jakarta, Sabtu (18/8).

Salah satunya adalah Mohamad Yusuf, seorang penjual es krim Aice dari Situbundo yang juga merupakan atlet tenis meja daerah setempat. Ia terpilih menjadi sqalah satu pelari obor Asian Games 2018 di Jakarta sejauh lima kilometer.

“Saya bangga dipercaya dan mendapat kesempatan menjadi pelari obor oleh Aice. Sebagai atlet yang juga penjual es krim di daerah, saya ingin menularkan semangat olahraga kepada masyarakat Indonesia, serta menginspirasi masyarakat Indonesia untuk berani meraih mimpi,” ujar Yusuf.

Mohamad Yusuf mengawali karirnya sebagai penjual es krim sejak sekitar dua tahun yang lalu, sebagai upaya untuk meningkatkan kondisi ekonomi keluarganya. Bermula dari penjual eceran, sampai dia berinisatif menjual sepeda motor untuk mengembangkan bisnisnya, hingga bisnis bertumbuh sampai sekarang.

Uniknya, sebagai bentuk apresiasi kepada Aice, ia memberi nama sang putri kecilnya pun dengan nama ‘Aice’.

“Dari sini perjuangan saya mulai dari nol berjualan es krim yang awalnya cuma satu frezer, sekarang sudah jadi 42 frezer. Saat ini saya dapat hidup berkecukupan dan membesarkan putri saya yang diberi nama ‘Aice’ ini,” pungkas Yusuf. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.