Ajang kompetisi dance bertajuk “Kratingdaeng Power Dance” kembali bergulir. Tahap audisi atau babak penyisihan gelaran kompetisi ini sudah dilakukan di 9 kota sejak Maret hingga Juni 2014. Dari babak penyisihan tersebut pihak panitia telah berhasil menjaring 19 dance crew finalis. Para finalis tersebut sekarang sudah berada di Jakarta, dan akan melakoni kontes yang sangat ketat di Balai Sarbini, Plasa Semanggi, Jakarta pada Sabtu 1 Nopember 2014.
Tak tanggung-tanggung, untuk penjurian diacara puncak yang bertajuk “ Grand Final Kratingdaeng Power Dance Final Battle” ini, pihak Kratingdaeng mendatangkan 2 legenda dancer kelas dunia yang namanya sudah sangat terkenal baik melalui film maupun ajang kompetisi Internasional. Meraka adalah Poppin Sallah dari Perancis dan Kid David dari Amerika serikat.
Pemilihan Popin’ Sallah sebagai juri kategori Street Dance sangatlah tepat, selain masih muda dan memberikan inspirasi, prestasinya terbilang luar biasa. Ia merupakan pemenang dari La France a un Incroyable Talent di Perancis pada tahun pertama acara ini digelar. Selain itu pemilik nama asli Salah Benlemqawanssa ini banyak mencetak prestasi di berbagai pertandingan kelas dunia seperti Juste Debout, yaitu salah satu ajang para dancer paling bergengsi di dunia. Ditambah lagi Sallah sudah sering menjadi judges di berbagai pertandingan kelas dunia, bahkan ia juga pernah menjadi penari dalam konser Michael Jackson yang bertajuk The Immortal World Tour, dan sekarang masih tercatat sebagi penari Cirque du Soleil yang mendunia.
Sedang juri yang satunya lagi yaitu Kid David juga memiliki prestasi yang tak kalah mengkilap, selain mencetak berbagai juara, ia juga menjadi juri di berbagai pertandingan B’boy kelas dunia seperti Battle of The Year (BOTY), RedBull BC One, dan lain-lain, pemilik nama asli David Shreibman ini juga bermain di beberapa box office movie yang tayang di Indonesia. Salah satu film terbarunya adalah Step Up All In, di mana dia berperan sebagai Chad.
Ketika ditanya oleh voicemagz tentang apasaja yang menjadi kriteria penjurian diacara Jumpa pers yang digelar di Popular Mansion, David menjawab, “Ada tiga hal utama yang menjadi criteria penilaian yaitu, pertama eksekusi gaya harus lugas, nggak boleh ragu-ragu atau terkesan nyangkut, kemudian yang kedua musik atau lagunya harus singkron atau selaras dengan gerakan yang dilakukannya, dan yang ketiga dan terpenting adalah originilatias atau keaslian gerakan yang diciptakan, karena itu yang nantinya akan menjadi identitas diri, semua orang harus punya gayanya sendiri, itulah yang menjadi pembeda dengan yang lain”, jawabnya.
Sementara itu Sallah menambahkan “saya tidak mau mereka terlihat membosankan, terus tidak boleh mengandalkan team leadernya saja, dan apa pesan yang hendak disampaikan diatas panggung, lalu yang tak kalah penting keaslian gerakan yang diciptakan atao originalitas, jadi bukan copyan” tambahnya.
Selain membocorkan kriteria penilaian, Sallah dan david juga memberikan sedikit tips untuk menjadi dancer profesional, tips tersubut diantaranyaadalah, haruds displin dalam segala hal, punya mental yang baik dan kuat saat berkompetisi, percaya dengan kemampuan diri sendiri bahwa kalian dan saya senang menjadi seorang dancer, kemudian menjaga kondisi tubuh agar tetap fit dengan makan makanan yang sehat serta cukup nutrisi.
Atas tipsnya itu bahkan Sallah mengistilahkan dengan rumusan DMB, (D)isipline urself, ketika kamu disiplin kamu bisa atur jadwal untuk diri kamu, kamu bisa merencanakan sesuatu untuk dirimu. (M)ental your self, bukan berarti gampang, karena dalam perjalanannya akan ada up and down, sering pergi keluar kota, nggak ketemu sama keluarga atau pacar, kamu harus sadar, ketika kau terkenal orang akan meminta mengambil gambar (berfoto)dengan kamu, minta tanda tangan kamu, tapi ketika masuk kamar, kamu sendiri.
Masih dalam kesempatan yang sama Kid David juga mengungkapkan rasa senangn dan bangganya, sebab hip hop sudah mengglobal. “ Kamu bisa lihat hip hop dimanapun, di klub, film, dan jalanan, kita tahu banyak kemajuan atau progres di hip hop, saya pertama kali datang di Indonesia, saya belum liat dancer Indonesia secara langsung, tetapi saya banyak mendengar, dancing berkembang sangat cepat di sini, saya baru sempet melihat bebrapa video klip dari B-boys di Indonesia, jadi saya nggak sabar untuk secepatnya melhiat penampilan B-boys di grand final besok” ungkapnya.
Sementara pihak Kratingdaeng, yang diwakili David Thomas ( Marketing Manager PT Asia Sejahtera Perdana Pharmaceutical), mengatakan bahwa, “Event ini digelar dengan tujuan ingin mengapresiasi generasi muda di Indonesia untuk menyalurkan bakatnya di bidang seni, kompetisi ini punya visi melahirkan dancer-dancer yang bisa berprestasi dan bisa bersaing di tingkat dunia serta mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional”, ungkapnya.
“ Sedang acaranya dikemas dengan sangat menarik, kita mendatangkan dancer-dancer kelas dunia, dengan harapan kompetisi ini bisa menghibur dan menginspirasi anak muda untuk hidup lebih aktif dan positif”, tutupnya.
Dalam jumpa pers tersebut awak media juga menanyakan kepada pihak Even Manager yaitu Sigit Hindorose, tentang apa yang mereka dapat jika menjadi juara?. Lalu Sigit menjawab, “ Mereka akan mendapatkan, sertifikat, medali dan uang tunai, selain itu peserta yang menang akan kita berdayakan jadi juri diacara ini tahun depan, Saya kasih contoh juara tahun 2013 lalu, kita berdayakan mereka jadi juri di acara kita tahun ini 2014, kita apresiasi mereka, mereka naik tingkat,selain itu untuk tahun ini juaranya akan kami kirim untuk bertanding ke Taiwan mengikuti kontes tingkat Asia, support mereka dengan reward khusus.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan kompetisi ini cukup membeli tiket seharga Rp.50.000,- untuk kelas festival, Rp. 200.000,- untuk kelas VIP, dan Rp. 350.000,- untuk VIP plus workshop. Acaranya sendiri akan dimulai pukul 18.00 WIB pada sabtu 2014, bertempat dib alai sarbini, Plasa Semanggi, Jakarta.
Peserta Mengaku Siap Bertanding
Sebelum preskon dimulai, Voicemagz sempat menanyakan kesiapan mereka untuk menjalani kontes pada besok hari. Pada umumnya para peserta mengaku siap untuk menjadi yang terbaik dengan mengeluarkan jurus-jurus terbaiknya pula.
Peserta dari kota Palembang yang menamakan Crew dance-nya Slamdown mengaku optimis bisa menyabet juara.
“ Pada dasarnya kami optimis bisa menang, kami punya cukup modal untuk itu, kami pernah menjuarai beberapa event nasional seperti Lets Dance Global TV 2007 (Juara 1), kemudian pernah mewakili Indonesia diacara Gatsby Competition di kota Shibuya, Jepang”, ungkap Leymuel Hendri (leader, konseptor, dan koreo).
Dalam keikutsertaanya kali ini Slamdown akan mengikuti kontes di nomer Street dance, mereka akan menggabungkan beberapa jenis dance seperti Break dance, hip hop, tricking, dan lain-lain.|Irish












