PT Pelni Klaim ‘Redpack’ Akurat dan Bebas Kecurangan

by -2,340 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Dalam upaya meningkatkan pelayanannya, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) meluncurkan layanan terbaru dalam bisnis logistiknya yang diberi nama ‘Responsibility and Excellent Delivery’ (Redpack).

Layanan ini diharapkan menjadi kepercayaan diri dalam membangun bisnis end to end logistik sekaligus line bisnis PT Pelni yang menguntungkan.

“Layanan ini sebagai momentum bagi PT Pelni untuk menjadi perusahaan jasa pengangkutan kargo terbesar,” ujar Direktur SDM dan Umum PT Pelni, Ganefi saat peluncuran ‘Redpack’ di Kantor Cabang PT Pelni Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (15/8).

Ditambahkan Direktur Armada PT Pelni, M Tukul Harsono, di era digital saat ini, mau tak mau PT Pelni juga harus berbenah guna mengikuti perkembangan jaman.

“PT Pelni berhak untuk untung dan maju serta tak lagi jadi beban negara,” tegasnya.

Secara teknis, Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT Pelni, Ridwan Mandaliko menjelaskan, rute pelayaran yang dilayani lebih dari 90 pelabuhan.

“Jaringan ini menjadikan kami memiliki keunggulan di bisnis end to end atau door to door services,” ujar Ridwan.

Untuk urusan pengiriman barang, Pelni saat ini meluncurkan paket Muatan Berlabel Redpack (MBR). Produk MBR ini menyasar pemilik barang yang ingin mengirimkan barang ke kota-kota pelabuhan yang dilalui oleh kapal-kapal Pelni.

Sebagai contoh, sejumlah paket MBR yang sudah digunakan pelanggan Pelni akan dikirimkan dengan KM Nggapulu dari Pelabuhan Tanjung Priok.

“Paket Redpack sudah kami kenalkan dari awal Agustus kemarin, dan responsnya sangat baik. Untuk saat ini, paket Redpack baru melayani rute tujuan sesuai rute KM Nggapulu, dari Tanjung Priok, Surabaya, Makassar, Ambon, hingga Kaimana. Selanjutnya kami akan melayani pengiriman paket Redpack dengan seluruh kapal Pelni,” lanjut Ridwan.

BUMN di bidang pelayaran ini pun menjamin, proses pengiriman akan terdata secara akurat, tanpa ada kecurangan.

“Sekarang kita koordinir dalam bentuk yang terorganisir, prosesnya digitalisasi, teridentifikasi, terarah. Tidak boleh melebihi dimensi tertentu karena terkait keselamatan,” pungkas Ganefi.

PT Pelni saat ini mengoperasikan 26 kapal reguler yang singgah ke lebih dari 90 pelabuhan dan 46 kapal perintis yang melayani wilayah terpencil dan memiliki keterbatasan akses transportasi.

Di bidang logistik, PT Pelni juga ditugasi Pemerintah untuk menjalankan lima unit kapal tol laut dengan spesifikasi angkutan kontainer dan dua kapal ternak. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.