Drummer Senior Benny Mustapha Van Diest Meninggal Dunia

by -929 views

Jakarta, Voicemagz.com- Jagad musik Indonesia kembali berduka, Drummer legendaris Benny  Mustapha Van Diest atau sering dipanggil Benny Mustafa meninggal dunia. Benny meninggal pada hari ini Jum’at 02 Juli 2021, pukul 10 pagi dalam usia 81 tahun.

Kabar duka ini diperoleh voicemagz.com melalui grup WA PAPPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta lagu Republik Indonesia) yang dikirim oleh Jelly Tobing.

“innalillahi wa innaa ilayhi raji’un, turut berduka atas berpulangnya BENNY MUSTAFA VAN DIEST. Semoga almarhum diampuni dosanya, diterima amal ibadah nya dan mendapat tempat yang layak di sisi Nya,  dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan serta keikhlasan. Aamiiin ya Rabbal Alamin” tulis Jelly Tobing.

Sehubungan ada yang mengkonfirmasi melalui media sosial bahwa yang meninggal bukan Benny Mustafa, maka Voicemagz.com berusaha untuk menggali informasi lebih lanjut dengan Jelly Tobing melalui percakapan WA. Jelly pun membenarkan berita tersebut berdasarkan WA dari Putrinya. Farah Aulia Fanani. Selain itu Jelly Tobing juga sudah menghubungi langsung dengan putranya Ali dan membenarkan berita meninggalnya Benny Mustafa.

Sementara kabar duka yang sama juga diunggah di WAG I.Ki oleh harry Toledo, dalam unggajhannya Harry Toledo menulis ” Ya Allah ,telah ENGKAU panggil lagi salah seorang MUSISI JAZZ terbaik INDONESIA ,Semoga arwah beliau diterima disisMU ya ALLAH… Aamiin.
Selamat jalan OM BENY…”. Tulis Harry Toledo.

Selanjutnya Jenazah Benny Mustapha disemayamkan di rmh duka , Jl. Wijaya Kusuma, Blok F. no 3 Cinere, Depok.

Drummer Jazz kelahiran   Jakarta, 22 September 1939 ini semasa hidupnya pernah bermain di grup musik Eka Sapta pada tahun 60an, bersama Bing Slamet (Alm), Ireng maulana (Alm) dan Idris Sardi (Alm).

Beliau juga pernah bergabung dengan Indonesian All Stars bersama Jack Lesmana, Bubi Chen, Maryono dan Jopie Chen.

Dalam perjalanannya bersama Indonesian All Stars, mereka berkenalan dengan Tony Scott, pemain klarinet asal New York, Amerika Serikat, yang kebetulan pada saat itu sering wara wiri ke Indonesia. Selama 6 bulan mereka sering bertemu hingga akhirnya tercetus ide untuk menggabungkan musik Barat dan Timur.

Tony Scott memang sangat tertarik dengan musik tradisional Indonesia seperti gamelan, suling, tetabuhan tradisional dan siter. Setelah itu Tony Scott mengajak Indonesian All Stars untuk menggarap sebuah album kolaborasi yang bertema Timur bertemu Barat.

Pada saat yang bersamaan juga, berdekatan diselenggarakannya Berlin Jazz Festival, dan kemudian berangkatlah Indonesian All Stars tampil di Berlin Jazz Festival dan sekalian membuat album di sana. Rekaman dilakukan di Villingen-Schwenningen, Black Forrest pada tanggal 27 dan 28 Oktober tahun 1967. akhirnya terciptalah album tersebut dengan judul “Djanger./Irish

No More Posts Available.

No more pages to load.