Jokowi Ngaku Kapok Pernah Tak Hadiri Hari Pers Nasional

by -68 views

Banjarmasin, VoiceMagz.com- Peringatan hari Pers nasional (HPN) 2020  terasa lengkap. Pasalnya selain dihadiri para pejabat dan Duta Besar Sahabat,  Presiden Joko Widodo (Jokowi) hadir di acara tersebut.

Dalam sambutannya Presiden berpandangan bahwa  nsan pers itu merupakan mitra dalam keseharian presiden. Oleh karena itu, HPN adalah agenda wajib yang harus dihadiri olehnya. Bahkan ia mengaku kapok pernah tidak hadir diacara HPN.

“Saya pernah satu kali saya tidak hadir diacara HPN, saya kapok. Meskipun saya dijadwalkan terbang ke Canberra untuk sebuah kunjungan kenegaraan, tapi saya belokkan ke Banjarmasin untuk menghadiri HPN ini,” terang  Jokowi dalam sambutan HPN 2020 di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/2/2020).

Lebih lanjut Jokowi menambahkan bahwa wartawan adalah teman sejati bagi kami, bahkan kemanamana wartawan selalu ikut.

“Wartawan bagi saya teman merupakan teman yang baik. Kemana pun saya pergi, pasti ada teman  media mengikuti. Bahkan menteri pun  belum tentu ikut, tetapi wartawan selalu ada bersama saya,” tambahnya.

Masih kata Jokowi, wartawan sering kali membuat dirinya gugup dan gagap, karena seringkali dirinya tidak siap dengan jawaban atas pertanyaan para wartawan.

” Tahukah anda, siapa yang kerap membuat saya gugup?, para Wartawan. Yang mengejar saya untuk  doorstop Interview  yang membuat gugup dan gagap tak siap ditanya sesuatu. dikejar-kejar pertanyaan, saya tidak siap untuk ditanya sesuatu,” tambah Presiden Ri ke-7 itu.

Ia berharap akan terus menempatkan pers menjadi garda penting dalam demokrasi. Masyarakat tetap mendapatkan informasi yang sehat dari media, bukan hoaks, fitnah, dan ujaran kebencian.

Menyinggung soal perlunya regulasi platform digital. Presiden mengaku sudah bertemu dengan para  pemimpin media.

“Tadi malam saya sudah berbincang dengan para pemimpin redaksi media. Saya minta segera disiapkan draf regulasi yang bisa melindungi dunia pers kita,” kata Jokowi.

Menurutnya tanpa adanya regulasi,  platform digital akan dengan bebas meraup iklan untuk meraih keuntungan, bahkan tanpa membayar pajak. namun di sisi lain, dunia pers nasional memiliki aturan yang sangat rinci soal itu.

“Tanpa ekosistem yang baik akan sulit masyarakat mendapatkan konten berita yang baik. Untuk itu diperlukan industri pers yang sehat,” ucapnya.

Menutup sambutannya, Jokowi berharap peran pers sebagai garda terdepan untuk memerangi berita hoax. Ia berterima kasih kepada pers bahwa telah menciptakan iklim yang baik selama pilpres kemarin. Oleh karena itu, ia berharap agar pers juga berperan aktuf dalam pilkada yang kan digelar serentak mendatang./Irish