Perempuan Sehat Harus Mampu Hadapi Kejamnya Era Milenial

by -4,017 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – Dalam rangkaian ‘Tribute to Batik Indonesia 2018: The Art of Rembang’, Pasaraya, Blok M menggelar acara dialog bertajuk ‘Perempuan Sehat Mampu Bersaing di Bidang Ekonomi dan Hukum Menghadapi Kejamnya Era Milenial’.

Berbagai organisasi dan komunitas perempuan hadir dalam acara yang berlangsung di Main Atrium Pasaraya, Blok M pada Rabu, (24/10) ini.

Tercatat, Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Srikandi untuk Rakyat (SIRA), Ikatan Pengusaha Muslim Indonesia (IPEMI) dan PEDAS NKRI (Perempuan Cerdas NKRI). Dalam acara ini, sejumlah organisasi ini sepakat melahirkan sebuah wadah aspirasi guna berbagi pengalaman dan strategi.

“Pesona perempuan tidak pernah padam, terlebih di tahun politik yang dinamis ini. Selain itu, perempuan dituntut sempurna sebagai kodratnya. Perempuan juga patut mengembangkan diri sesuai jaman,” ujar Donna Latief, pengusaha dan profesional dari ALatief Corporation dalam acara dialog ini.

Ia juga berharap kolaborasi ini mampu mengajak organisasi dan komunitas besar perempuan Indonesia untuk saling bergandeng tangan mendukung para perajin daerah terutama perempuan.

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum WITT, Titi Hatta memaparkan peran ibu di dalam keluarga yang perlu menanamkan nilai-nilai gaya hidup sehat bebas asap rokok.

“Rokok kami yakini sebagai pintu gerbang narkoba,” ujar Titi.

Sedangkan Nita Yudi, Ketua Umum IWAPI mengatakan bahwa ujung tombak ekonomi kerakyatan dimulai dari membangun ekonomi keluarga.

“Banyak pengusaha yang tergabung di IWAPI memulai usaha dengan industri dan produksi rumahan. Inilah yang akan membangun ekonomi Indonesia lebih kuat,” katanya.

Donna Latief dari ALatief Corporation bersama perwakilan organisasi wanita yang hadir dalam dialog.

Sementara itu, Edriana dan Nina Ramschie dari SIRA merupakan sosok perempuan tangguh dalam dunia ekonomi dan politik.

“Dalam tahun politik ini, peran perempuan tidak mungkin dianggap sebelah mata. Kekuatan perempuan adalah kekuatan negara,” katanya.

Lalu Ina Rachman, perwakilan PEDAS NKRI menyebut, semua pihak harus peduli pada peran dan nasib perempuan Indonesia.

Di ujung acara, Donna berharap masyarakat, peserta dan undangan dapat mengambil manfaat positif dari berbagi ilmu dan pengalaman dari para narasumber yang menjadi pembicara. Ia juga mengajak masyarakat senantiasa kreatif dan melakukan terobosan baru.

“Mari bersama-sama mendukung industri dalam negeri dan bangga menggunakan produksi anak bangsa. Kita tingkatkan peran perempuan dalam industri kreatif, ritel dan digital. Sukseskan ekonomi rakyat di era milenial dengan berbagai kreatifitas dan karya anak muda, anak bangsa yang berkualitas,” pungkas Donna. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.