Sandec Sahetapy Meriahkan Acara “Save TMI” dengan Melakukan Orasi

oleh
oleh

JAKARTA, VOICEMAGZ.com -Penampilan pekan terakhir Save TIM di tutup dengan meriah, sejumlah seniman tampil dengan Orasi dan Puisi hebat nya,bergabung dengan para musisi dengan lantunan nada protes serta memanjakan kuping.

Dalam acara yang dipandu oleh pembawa acara (MC) oleh Ical Vrigar dan Boleng itu, para seniman menggelar sebuah ritual yang di namakan “Tolak Bala”. Mereka keliling Taman Ismail Marzuki dengan dupa dan segala pernak pernik nya.

Seniman Cakra Jiwa dan puluhan seniman menarik mata pengunjung untuk mendapatkan moment foto yang terbilang unik, para seniman yang menamakan diri Forum Perduli Seniman SAVE TIM sempat berhenti memberi hormat dan merenung di patung Ismail Marzuki dan Ali Sadikin yang di anggap paling berjasa dalam pendirian TIM.

Setelah azan Isya agenda kembali di lanjutkan, dengan penampilan mulai dari Rony best86,MS Cukong,Jay bukan Subiakto,The Bandito,B1M,Tora Kundera,Varid putra Mbah Surib,Syair Semesta, Ipoer Wongso,The Baharian dan banyak puluhan musisi yang penulis liat mungkin sekitar 23 penampil.

Kehadiran Ribut Srimulat secara spontan mengejutkan pengunjung. Ia didapuk Ical untuk tampil berbicara mewakili seniman gaek,Bowie Sutradara yang merupakan adik Alm.Sys NS,Lisa TVRI,Anton Andreas, Adjat, Zainal Asikin seorang penulis lagu,  Nunu Nugroho,Heni dan banyak pengunjung bercampur padu memeriahkan acara tersebut.

Tentunya di bawah pimpinan Willy Fwi , ada yang cukup mengejutkan penampilan Sandec Sahetapy pemegang bintang UNESCO Guardian of the Culture Heritage yang di kenal banyak Seniman baik Musik-Teater dan Film ikut ambil bagian dalam Acara ini.

Dia tampil dengan Suara Pekerja adalah Suara TUHAN,juga bercerita bahwa seniman-seniman hebat yang sudah diberi gelar legend oleh masyarakat mengapa tidak mau mampir sekedar berziarah ke rumah lama (TIM) dalam orasi dan puisi nya yang di bawakan dengan lantang,Sandec Protes !

Nama Sandec yang di ambil dari Naskah Sandek Pemuda Pekerja karya Arifin C Noer akhirnya kembali ke habitatnya bersama sejumlah seniman lain nya./Eds.

No More Posts Available.

No more pages to load.