Najwa Shihab Disebut Seperti Emak-Emak Panik Dan Diminta Belajar Lagi Jurnalistik

by -1,795 views

JAKARTA, Voicemagz.com – Banyak yang tak meragukan kepiawaian Najwa Shihab dalam memandu acara ‘Mata Najwa’. Sejak tayang di Metro TV, lalu beralih ke chanell YouTube hingga kini tayang kembali di Trans7.

Najwa dikenal ‘angker’ dalam mewawancarai narasumber. Tak terhitung beberapa kali Najwa mampu membuat nyali narasumbernya ciut tiap kali berdebat. Ia tak segan mengorek jawaban narasumber hingga bagian terdalamnya.

Dan hal ini nyaris terjadi di ‘Mata Najwa’ edisi 100 Hari Anies-Sandi yang menghadirkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai tamu, Rabu (24/8).

Sejumlah tema diangkat dalam talk show yang membahas kinerja Anies-Sandi selama 100 hari memimpin Jakarta.  Mulai dari penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) Tanah Abang, penataan becak, rumah DP nol rupiah, hubungan kerja Anies-Sandi hingga reklamasi pantai utara Jakarta dibahas malam itu.

Dan seperti biasanya, Najwa dengan gaya khasnya melempar pertanyaan pada Anies. Setiap pertanyaan putri Quraish Shihab ini pun dijawab Anies-Sandi dengan jawaban yang proporsional.

Namun, ada kejadian menarik saat Najwa bertanya kepada Anies mengenai aturan rumah DP nol rupiah. Najwa kerap memotong jawaban Anies dan terkesan ingin selalu menyimpulkan sendiri setiap jawaban Anies. Walau Anies berusaha tetap menjawab dengan tenang, namun akhirnya Anies protes pada Najwa.

“Ya betul, karena itu izinkan saya selesaikan dulu. Habis motong-motong terus sih,” protes Anies yang tengah menjelaskan soal rumah DP Nol Rupiah. Protes itu langsung disambut tepuk tangan penonton.

Kebiasaan Najwa memotong-motong jawaban Anies ini pun ikut diprotes netizen. Instagram Najwa dibanjiri protes keras netizen. Kebanyakan mempersoalkan gaya Najwa yang dianggap tidak memiliki etika yang baik dalam berdiskusi.

Bahkan di Facebook, akun Mahmudah Ratna Suminar dengan tegas meminta Najwa belajar kembali etika jurnalistik.

“Najwa, semestinya Anda belajar lagi jurnalisme sama Karni Ilyas (host Indonesian Lawyers Club-TVOne) misalnya. Anda nanya, yang ditanya masih menjawab, belum selesai langsung disela, kadang langsung di cut ditengah jalan.  Sering menyimpulkan sendiri, ketika dijelaskan ngotot dengan kesimpulannnya sendiri. Anda itu mewawancarai apa mau mengejudge sendiri sesuka Anda. Pemirsa itu mau tau pendapat narasumber mbak, bukan cecaran pertanyaan tanpa jawaban yang lengkap karena dipotang potong sesuka Anda. Beda lagi kalau narasumbernya segolongan dan sejalan dengan Anda. Contohlah pak Karni (Ilyas) yang memberi kesempatan 2 pihak untuk memberikan klarifikasi tanpa potang potong seenaknya. Paling suka komentarnya pak Anis “Jangan merasa paling tahu, jangan merasa paling benar”… Belajar lagi sono,”  tulis Mahmudah.

Tak hanya netizen, dari kalangan jurnalis pun menyayangkan tindakan Najwa memotong-motong jawaban Anies ini.

Najwa dinilai terlalu mendominasi dan seperti ibu-ibu panik dan tak mau mendengarkan alasan apapun dari anaknya.

“Penasaran, Nonton YouTube acara Mata Najwa Di Trans 7 soal 100 hari Anies-Sandi. Gw cuma mau komentarin acara tersebut secara objektif sebagai penonton. Jadi tolong jangan spam komen yg berbau politik yes. Gw gak tau apa tayangnya bukan lagi di tv berita seperti Metro TV, gw liat Najwa gak ‘sejurnalistik’ seperti sebelumnya. Sebagai seorang jurnalis Di depan nara sumber, harusnya kita sebagai pendengar yang baik, lalu kita balik bertanya dari jawaban narsum itu..bukannya sibuk memberikan pertanyaan yang udah disusun sebelum acara dimulai.  Jadi gak relevan menurut gw, nyaris selama acara berlangsung. Dan suara Najwa yg kenceng sangat mendominasi di dalam studio, kayak emak2 panik yang nggak mau mendengarkan alasan apapun dari anaknya. Kenapa Najwa jadi begitu ya, mana kekuatan Mata Najwa yang selama ini dijadikan patokan sebagai acara talkshow yang kritis dan penonton jadi mendapatkan cover both side dari sebuah isu,” cuit Alia Fathiyah, seorang wartawan di akun Facebooknya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari Najwa Shihab terkait tindakannya memotong-motong jawaban Anies di program Mata Najwa edisi 100 Hari Anies-Sandi ini. (NVR)

No More Posts Available.

No more pages to load.