Jakarta, Voicemagz.com, – Penerbit Relasi Inti Media Yogyakarta akan menerbitkan novel Benny Benke berjudul “Mari Menari; Kisah Sepertemuan Tentang Orang-orang Yang Belum Selesai Dengan Dirinya Sendiri”. Novel yang pernah ditayangkan secara bersambung di Kompas.Com pada tahun 2009-2010 itu, direncanakan akan naik cetak dalam waktu dekat ini.
Kepastian penerbitan novel yang bernarasi tentang orang-orang yang belum selesai dengan dirinya sendiri, itu disampaikan langsung CEO penerbit Relasi Inti Media Wawan Arief Rahman. Setelah sebelumnya naskah novel Benny Benke itu telah selesai melewati tahap kuratorial dan editing sejak tahun 2019, lalu.
“Siang tadi satu kabar baik kami terima. Naskah novel dari @realbbenke, yang pernah dimuat sebagai cerita bersambung di “Kompas” akhirnya selesai proses editingnya oleh Kak @ambhitadhyan. Bersiap ke layout, lalu desain kaver….dan kita tunggu Saja…,” demikian cuitan resmi akun Relasi Inti Media, #BerbekalRindu @relasiintimedia, Senin (14/2/2022).
Sepenceritaan Wawan Arief Rahman, yang juga dikenal sebagai Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi), Yogyakarta,
proses editing novel “Mari Menari; Kisah Sepertemuan Tentang Orang-orang Yang Belum Selesai Dengan Dirinya Sendiri”, berlangsung maraton oleh Ambita Dyaningrum, yang dikenal sebagai editor, novelis, dan dosen di Universitas Soedirman (Unsoed), karena sangat memperhatikan unsur kehati-hatian dan kecermatan.
Sehingga muatan ceritanya ‘nyambung’ dengan pembaca novel kiwari. Teristimewa pembaca buku atau novel di rentang usia 20-an atau twenty something.
“Sekaligus citarasanya dilaraskan dengan pembaca milenial, dengan segala unsur keringanan cara penyampaian ceritanya, tanpa harus menghilangkan pesan kedalaman novel aslinya,” kata Wawan Arief Rahman, Selasa (15/2/2022).
Penerbit Relasi Inti Media sejauh ini telah menerbitkan sejumlah buku laris di pasaran. Dari buku sejarah, pendidikan, pemikiran dunia Islam, dan chicken soup lainnya.
Novel “Mari Menari; Kisah Sepertemuan Tentang Orang-orang Yang Belum Selesai Dengan Dirinya Sendiri”, ditulis Benny Benke pada 2004 lalu, sebelum akhirnya dimuat secara bersambung di Kompas.com pada 2009-2010./mik






