Rasa Melayu di Trilogi Penutup The KadriJimmo

by -1,161 views

JAKARTA, VoiceMagz.com – The KadriJimmo kembali merilis single ketiganya. Kali ini dengan berkolaborasi bersama Charly Van Houten, sebuah single berjudul ‘Lamar’, yang juga merupakan trilogi terakhir dari sekuel single cinta The KadriJimmo telah meluncur di ruang dengar pecinta musik tanah air.

Single ini terhitung nanya berselang empat bulan sejak perilisan single kedua ‘Ingin Punya Pacar Lagi’ pada 21 Februari 2019, dan sebelum nya pada tanggal 14 Februari 2018, mereka mengeluarkan single pertama ‘Seandainya Aku Bisa Terbang’ remake dari karya Yovie Widianto, Album Kahitna, Cerita Cinta (1993).

Trilogi ini menggambarkan sekuel cinta dimulai dari pencarian pacar, masa berpacaran, kemudian ditutup dengan pelamaran sebagai bagian sakral prosesi pernikahan.

The KadriJimmo memperkenalkan mas kawin yang tidak biasa, suatu lirik indah dan berani, “Jika kau menjadi istriku aku akan jadi imammu,”. Menurut Kadri, bagian ini menyatakan “Aku melamarmu” tidak hanya dengan kilauan materi, tetapi, aku memberikan komitmen sebagai pemimpin mu!”. Berat, namun sangat dalam.

Setelah pada dua single sebelumnya diproduseri oleh Rendi Pandugo, kali ini Kelana Halim ditunjuk sebagai produser. Kelana seorang sound engineer muda Indonesia yang merambah ke papan atas dalam penataan suara rekaman. Bersama Steve Lily White (pemenang Grammy Award), Kelana meramu tata audio Band legendaris U2 pada single terakhir mereka.

Kelana yang berdarah Malaysia dan Indonesia dirasa mampu untuk mengemas musik ‘Lamar’ menjadi lebih ke Asia Timur (India). Lalu ada Noldy (gitar) mewarnai aransemen musik dalam balutan sitar india.

“Klip nya harus dibuat di India nanti,” kata Noldy, melengkapi pembuatan klip sebelumnya di Tokyo dan Sydney.

Permainan sitar beriring tabuhan tabla berjalan dalam balutan komposisi string dari Alvin Witarsa dan Windy Setiadi (akordionis), menari diatas permainan gitar akustik ciamik yang menjadi fundamen dasar dari lagu yang dikarang oleh Agung Triyana dan Kadri Mohammad .

”The KadriJimmo selalu memberikan perimbangan yang terukur dengan menampilkan Element of Suprise, pastinya agar pasar tetap bisa menerima tanpa harus menjadi rata-rata,” jelas sang basis, Soebroto Harry.

Ritmik perkusif gitar ditimpali gaya drumming Hayunaji (drum) yang menambah wow element dari paduan music single ini.

Memperkuat semua kepentingan musik di atas, Kadri meminta Charly Van Houten, sang Raja lagu Melayu untuk menjadi featuring pada lagu ‘Lamar’ ini.

Tidak tanggung-tanggung, jadilah lagu ini menjadi sebuah pencampuran unik antara pop kreatif dari The KadriJimmo, bertemu dengan flavour Melayu atau mungkin juga sentuhan India dari Charly.

“Lagu ini menjadi lagu notasi Melayu yang termodern secara musik yang pernah saya isi vokalnya,” ujar Charly.

Di sisi artwork, Hardi Budi (fotografer pemenang berbagai award internasional) dan Dedi Dude (design grafis pemenang AMI AWARDS 2016) kembali berkolabolasi membuat desain.

Masih bekerja sama dengan Aquarius Musik Indonesia untuk distribusi digital, Amandus Bambang ditunjuk untuk membuat animasi video lirik denganmengambil latar belakang Kota Jaipur (Pink City) di India dalam masa perayaan Holi (Festifal warna).

“Saat kita jatuh cinta maka jutaan warna akan saling mewarnai,” ujar Kadri Mohamad, sang vokalis.

The KadriJimmo yang terdiri dari Kadri dan Jimmo (vokal), Iyun (drum), Noldy (gitar), Broto (bass), dan Reynold Silalahi (piano), melihat industri musik telah berubah.

Evolusi ini akan terus diikuti, karena bagi mereka bermusik adalah taman rahasia yang selalu menarik untuk didatangi. /Irish

No More Posts Available.

No more pages to load.